Harga Sayur Mayur Naik

LUBUKLINGGAU- Selama September 2019 dan juga masuk musim kemarau, berdampak kepada naiknya harga sayuran di Pasar Bukit Sulap Kota Lubuklinggau .

Dijelaskan salah satu pedagang di Pasar Bukit Sulap Rina (21), mengatakan, saat ini kondisi harga sayuran mengalami kenaikan signifikan, seperti, sawi, kacang panjang, terung dan lainnya pada September 2019 ini.

Muat Lebih

“Dimana sayur biasanya dijual dengan harga Rp. 5 Ribu per ikat, saat ini Rp. 10 Ribu per ikatnya,”Kata Rina kepada Harian Silampari, Jum’at(27/9).

Selanjutnya untuk harga cabe merah sekarang menjadi Rp. 40 Ribu perkilo gram, bawang merah Rp 20 Ribu, bawang putih Rp 28 Ribu, harga cabai rawit hijau yang sebelumnya Rp. 40 Ribu, saat ini mencapai Rp. 80 Ribu perkilogram.

Rina mengungkapkan khususnya untuk Tomat dan Jengkol mengalami turun harga karena lagi musim panen. Tomat biasanya harga Rp 6.000 – Rp 8.000 perkilo sekarang turun menjadi Rp 3.000 dan jengkol standar Rp 7.000.

“Terkadang harga ini tidak tetap, karena setiap 10 hari kedepan bisa berubah sewaktu-waktu , dan berikutnya turun lagi,”ujar Rina.

Rina berharap kedepan harga di Pasar Bukit Sulap ini bisa normal kembali, karena cuaca saat ini mulai musim hujan.

Semetara itu, untuk pedagang daging sapi Pasar Bukit Sulap, Temi (38) mengatakan untuk daging sapi harga stabil tidak mengalami naik atau turunnya harga di saat musim kemarau selama ini.

“Harga daging sapi saat ini stabil dengan harga Rp 110.000 perkilonya,”kata Temi.

Selain itu, Temi juga mengungkapkan untuk jualan saat ini agak sepi pembeli karena sejak harga karet turun pada tahun 2012 yang lalu sangat berdampak sekali kepada jualannya.

Dirinya juga berharap agar getah karet bisa mahal lagi dan jualan ramai lagi pembeli. (HS-10)