Hari Pertama Kerja DPRD Banyuasin Didemo FBI

Federasi Buruh Indonesia(FBI) menuntut hak-hak buruh pada dua perusahaan, PT Mardec Musi Lestari dan PT Anugerah Tridaya Mandir yang tidak layak pada Buruh, Senen ( 16/9/2019)


SILAMPARI ONLINE


BANYUASIN
– Hari pertama kerja DPRD Banyuasin didemo ratusan Buruh yang tergabung dalam wadah Federasi Buruh Indonesia(FBI) menuntut hak-hak buruh pada dua perusahaan, PT Mardec Musi Lestari dan PT Anugerah Tridaya Mandir yang tidak layak pada Buruh, Senen ( 16/09), di Halaman Kantor DPRD Banyuasin.
Berdasarkan Pantauan Awak Media di lapangan, terlihat ratusan buruh dari dua PT Anugrah Tridaya Mandiri dan PT Mardek Musi Lestari dibawah Bendera Federasi Buruh Indonesi, dengan mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Banyuasin di hari pertama kerja DPRD.

FBI ini menggunakan 2 unit kendaran mobil carry pickup, 1 unit kijang dan kompoi ratusan kendaran Motor. Membawa kertas pamplet dengan bermacam- macam tuntutan, salah satunya mintak Bupati Banyuasin dan Disnakertran memanggil Perusahan yang tidak memenuhi kewajiban sebagai Perusahan dan tegakan aturan perjanjian bersama antara buruh dan perusahaan.

Muat Lebih

Heriadi, Sekertaris FBI DPC Banyuasin didampingi Andreas OP, DPW FBI Sumsel selaku koordinator Lapangan saat diwawancarai media ini mengatakan, bahwa dua perusahan yang berada di Kabupaten Banyuasin ini sudah menyalahi aturan UU No. 13/ 2003, UU 21/ 2000 dan PP 78/ 2015, sehingga hak-hak buru tidak diberikan sesuai perjanjian bersama. “Maka itu kami mintak pada DPRD Banyuasin, agar dapat memanggil perusahaan tersebut memediasi apa yang menjadi tututan para buruh bisa dipenuhi,” kata Heriadi.

Lanjutnya, apa yang telah kita sampaikan ke DPRD Banyuasin tutunan buruh ini belum ditindak lanjuti satu minggu kedepan, kita akan melakukan aksi lebih banyak lagi, sampai hak buruh ini di sepakati, ” pungkasnya.
Sukardi, Wakil Ketua DPRD Banyuasin didampingi Arpani, anggota dewan menanggapi aksi FBI ini, mengatakan, akan segera menyurati perusahaan tersebut dan duduk satu meja antara perusahan dan federasi buruh mencari solusi terbaik.

“Kami akan tetap usaha akan tetap berjuang untuk membantu saudara saudara sesuai dengan aturan perundang undangan yang berlaku, saya berharap kepada aparat yang berwajib untuk memperlancar perjalanan saudara saudara kita kembali untuk bisa dikawal, sehingga tidak mengganggu lalu lintas, kedua tentunya kawan kawan tetap berjalan aksi ini damai dan tidak ada hal hal terjadi tidak kita inginkan itu selamat dan kembali ke tempat,” terangnya.

Kepala Disnakertran, H. Noor Yosept Zaath, ST, MT melalui Elyanto Kabid Hubungan Industrial saat disambangi di kantornya mengatakan, bahwa terkait masalah normatif, itu bagian pengawasan Propinsi yang menangani bukan kita kabupaten. Namun apa yang menjadikan tuntutan Federasi buruh indonesia ini secepat mungkin akan kita tindak lanjuti. “Rencana tanggal 25 mendatang, akan kita jadwalkan pertemuan antara perusahaan dan Federasi Buruh Indonesia ini,” katanya. (heri)