oleh

Hingga April, Belum Ada Desa yang Melakukan Pencairan DD

-Tak Berkategori-258 Dibaca

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Sampai saat ini, belum ada desa yang melakukan pencairan dana desa (DD) tahap pertama, padahal dana tersebut sudah stand-by di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Empat Lawang atau sudah ditransfer dari pemerintahan pusat ke daerah.

Kepala DPKAD Empat Lawang, Leo Efriansyah melalui Sekretaris DPKAD Empat Lawang, Hendra Lezi mengatakan, dana desa sudah ada dan sudah ditransfer dari pemerintah pusat ke Empat Lawang, tinggal dikeluarkan asal sesuai dengan berkas dan syaratnya, sudah memenuhi.

“Dana desa sudah stand-by. Kita siap mengeluarkannya apabila syarat nya lengkap. Intinya kalau lengkap kita cairankan,” kata Hendra Lezi.

Apa saja syaratnya?, lanjut Hendra Lezi, teknisnya ada di DPMDP3A Empat Lawang karena DPKAD hanya menerima berkas sesuai syarat dan pengajuan, apabila sudah selesai di DPMDP3A sudah bisa dikeluarkan dana desa sesuai dengan desanya masing-masing. “Teknis ada di DPMDP3A, kita menerima berkas saja,” ucapnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Empat Lawang, Bambang Irawan melalui Kabid Pemerintah Desa (Pemdes) DPMDP3A Empat Lawang, Agusman Mulyadi mengatakan, sampai saat ini belum ada desa yang melakukan pencairan dana desa namun sekarang kepala desa (Kades) masih mengurusi berkas pengajuan.

“Belum ada desa melakukan pencairan dana desa, kalau pengajuan pencairan sudah banyak berkasnya masuk. Kalau sudah ada yang pencairan jelas kita tahu desa mana saja,” ungkap Agusman kepada wartawan, Selasa (3/4).

Di sudah berapa kali menghimbau Kepala desa untuk segera mengurus berkas dan menyelesaikan SPJ, mengingat mekanisme pencairan dana desa tahun ini ada tiga tahap (termin) yakni 20 persen, 40 persen dan 40 persen.

“Bukan tidak kita sampaikan namun sudah sering dihimbau untuk mengurus berkas pencairan,” katanya. (HS-04)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel