oleh

Humas Koperasi Martiban : Tidak ada Hubungan  Kemitraan Koperasi Martiban dengan Perusahan Sawit PT.GSSL

-Musi Rawas-488 Dibaca

Silampari Online,

MUSIRAWAS-Humas koperasi Martiban ,
Chekriando P SE mengklarifikasi adanya informasi bahwa hubungan atau kemitraan PT.GSSL dengan koperasi Martiban tidak harmonis alias renggang. Sebab, pihak koperasi merasa tidak dilibatkan dalam pertimbangan dan perhitungan, apa yang persetuan ini berimbas langsung terhadap kesejahteraan anggota koperasi.     Akibat dari perseteruan tersebut anggota koperasi keluhkan PT GSSL.

“Saya tegaskan, hal ini terkait tidak ada hubungan  kemitraan koperasi Martiban dengan perusahan sawit PT.GSS,” tandasnya, Rabu, (19/5/2021).

Apabila mengacu Undang-Undang atau peraturan yang ada sebagaimana landasan dasar yang didalamnya juga mengatur salah satunya yaitu kesejahteraan anggota koperasi. Dalam membangun kemitraan di dua belak ini, dia berharap ada bekerjasama, artinya awal kemitraan yang telah dibangun dan terbentuk bukan sekedar dijadikan alat perusahaan untuk melengkapi syarat berdirinya PT. GSSL di Desa Muarakati Baru Satu, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musi, Rawas.

Disisi lain koperasi Martiban           (Muarakati Batu Bandung) fokus pada kesejahteraan anggota. Masih menurutnya, penghasilan anggota koperasi selama ini belum menyeluruh, karena pembagian tidak sesuai dengan apa yg diharapkan masyarakat terutama anggota koperasi. “Kami menilai, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian terkait keluhan atau tuntutan anggota koperasi,” ujarnya.

Tuntutan itu diantaranya, 1.Keterbukaan atau transparansi perusahaan terhadap pengolahan kebun. 2.Pemetaan kebun plasma kelapa sawit yang belum jelas. 3.Pembagian hasil dari kebun yang belum terlaksana, terkait Tahun tanam ke 9
4.Dalam pengolahan pihak kebun tidak ada koordinasi dengan koperasi Martiban, artinya hal ini berkaitan pekerjaan di kebun plasma tersebut (penanaman, pemupukan, pruning, panen, semprot. dan lain-lain). Secara teknis, diperlukan keterbukaan pihak kebun dengan koperasi, sehingga terciptalah koordinasi yang baik dengan dan Memorandum of Understending (MOU) begitu juga teknis dalam pengolahan kebun, dan yang pasti berimbas kepada hasil kebun, ungkapnya dengan nada tanya.
“Saya menilai, terkait meningkat atau menurun hasil tersebut dan tidak ada keterbukaan pihak kebun atau perusahaan, ini berarti ada indikasi melakukan perhitungan secara tertutup dalam pengaturan kebun,” terangnya.

Pada awalnya ada pihaknya dilibatkan dalam pertimbangan dan perhitungan dari team teknis koperasi Martiban. Dari kejadian inilah, dia berpendapat ada terkesan asal-asalan, artinya tidak disertai bukti dan data yang akurat, sebab ia menduga kuat ada oknum didalam perusahaan mengais keuntungan untuk memperkaya diri sendir, kecil kemungkinan hal itu dilakukan anggota koperasi.

“Kami berharap kepada kepala pemerintahan daerah kabupaten Musi Rawas meninjau kondisi kami disini agar tahu untuk dikaji kebenaran terebut dan membantu kami untuk menyelesaikan masalah ini melalui dinas terkait,” pungkasnya. (Leo)