Imingi Rp 5000, Kakek Cabuli Balita

SILAMPARI ONLINE

REJANG LEBON
G-Kakek bejat nekat mencabuli anak tetangga inisial J (5) dengan mengimingi uang sebesar Rp 5.000. Mirisnya, perbuatan itu dilakukan empat kali. Tersangkanya, SK, warga Kecamatan Bermani Ulu. Pria yang sudah lama menduda ini diamankan, Senin (14/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Dia ditahan oleh pihak kepolisian dan langsung dilimpahkan Polsek Bermani Ulu ke unit Ppa Reskrim polres Rejang Lebong guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singih Wirastho mengatakan, mereka menerima laporan pencabulan dilaporkan orang tua korban ke Polsek Bermani Ulu. Dan laporan tersebut langsung dindaklanjuti dengan mengamankan SK.

Muat Lebih

“Setelah dilakukan penyidikan, SK mengaku bahwa tindakan cabul yang dilakukannya kepada korban sebanyak empat kali dan terakhir Minggu 13 Oktober,” jelasnya.

Korban ini sebelumnya sering bermain ke rumah pelaku yang mana posisi rumah korban dan pelaku bertetangga. Diketahui, pelaku juga sering memberi uang sebesar Rp 2000 sampai Rp 5000 kepada korban usai mencabuli korban. SK melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak empat kali dengan waktu dan hari yang berbeda. Pertama kali dilakukan pada awal Oktober dan terakhir melakukan pada Minggu, 13 Oktober 2019 sekira pukul 12.30 WIB di rumah pelaku.

Modus yang dilakukan pelaku yakni dengan memberikan sejumlah uang lalu melakukan pencabulan. “Orang tua korban melaporkan kejadian ini karena alat vital korban mengeluarkan darah dan mengaku hal tersebut terjadi karena tindakan pelaku,”terangnya.

Awalnya kedua orangtua korban tidak curiga karena korban pernah di operasi hernia namun setelah ditanyai akhirnya korban mengakui telah dicabuli SK. SK dijerat dengan Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “SK ini terancam penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas IPDA Singgih. 

Diceritakan SK, kalau perbuatannya itu karena kehilafannya dikarenakan sudah 20 tahun menduda dan sempat akan menikah lagi namun kandas ditengah jalan. “Saya khilaf pak,memang korban sering bermain di depan rumah dan akrab dengan saya sehingga timbulah niat bejat itu,” pungkas SK.(HS-06)