Imlek di Vihara Aditya Maitreya Berdoa Tahun Ini Lebih Baik

Suasana sembahyang di Vihara Aditya Maitreya Lubuklinggau

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU- Perayaan Imlek 2569 tahun 2018 di Vihara Aditya Maitreya Lubuklinggau berjalan dengan lancar dan penuh berkah. Perayaan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB, Kamis (15/2) dengan berbagai ritual sebagai salah satu bentuk syukur kepada Tuhan.

Muat Lebih

Ketua MAPANBUMI Kota Lubuklinggau sekaligus Wakil Ketua WALUBI Lubuklinggau Wandy M,  S.Pd.B menjelaskan bahwa perayaan imlek pada pukul 20.00 WIB merupakan perayaan pengucapan selamat tinggat tahun yang lama.

“Jadi, kegiataan kita pada pukul 20.00 WIB sembahyang sujud syukur, berdoa dan ritual hingga prosesi selamat tinggal tahun lama yang diawali dengan ritual persembahan sin kung penyajian buah-buahan kepada Tuhan, Buddha, para suci atas berkah dan rezekinya,” katanya.

Lebih lanjut, Wandy menjelaskan pada pukul 00.00 WIB, dilanjutkan dengan ritual menyambut tahun baru imlek 2569 sekalian  memperingati perayaan kelahiran sang Buddha Maitreya tepat pada pukul 00.00 WIB itu. “Perayaan pukul 00.00 WIB dilaksanakan dengan doa permohonan agar ditahun ini lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Semoga bisa membawa berkah, rezeki, kesehatan dan keselamatan kepada semua elemen masyarakat,”doanya.

Wandy mengakui bahwa berdoa tersebut dilakukan secara umum. Bukan hanya berdoa untuk warga tionghoa dan buddha saja tapi, mendoakan seluruh elemen masyarakat, bangsa dan negara bahkan dunia. Agar dunia ini damai dan sentosa.“Kita berdoa untuk semua umat manusia. Agar dunia damai dan sentosa dengan tujuan kita mewujudkan dunia satu keluarga dengan cara cinta kasih yang universal, Jadi,  tidak ada membedakan suku, ras, agama dan golongan. Sebab, semua agama pasti mengajarkan cinta kasih dan sama-sama anak Tuhan. Dan kita adalah satu keluarga besar,” paparnya.

Usai ritual secara keseluruhan dilaksanakan, kata Wandy dilanjutkan dengan pembagian angpao berkah. Yang mana didalamnya terdapat secarik kertas kecil yang isinya doa-doa dan harapan agar umat-umat itu hidup selaras dengan apa yang ada pada dalam kertas kecil itu.

Jadi, bukan dilihat dari berapa besar jumlahnya itu sekedar simbolnya saja. Yang, terpenting umat-umat itu sangat antusias dan tidak sabar lagi menunggu dan melihat secarik kertas itu. Sebab, di dalam kertas kecil itu berisikan pesan-pesan yang diberikan kepada umat agar mereka lebih termotivasi, punya harapan dan doa ditahun baru ini. “Mereka menunggu angpao itu bukan melihat besar kecil jumlahnya tapi, menunggu kertas kecil itu. Setiap umat itu berbeda-beda, tergantung jodohnyo. Itukan diacak, semuanya itu benar-benar sesuai dengan apa yang kita rasakan sehari-hari. Jadi, tuhan itu mengingatkan kita melalui tangan-tangan manusia,” pingkasnya.(HS-07)