Ingat, Derita SAD Muratara, Bupati Hingga Wartawan Menangis

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dan Bunda Lia

SILAMPARI ONLINE

Pelaksanaan pelepasan Mahasiswa KKN dari IAIN curup di ruang rapat setda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) membuat suasana menjadi haru, pada saat Bupati di Bumi Berselang Serundingan H M Syarif Hidayat menyampaikan kata sambutan, sempat terhenti sejanak pada saat menyebutkan tentang Suku Anak Dalam (SAD) yang telah diasramakan oleh Pemkab Muratara.

Pantauan wartawan koran ini saat H M Syarif Hidayat menyampaikan sambutannya,”Saya merasa sedih, mereka makan apa (SAD maksud ia) selama sebelum diasramakan? Terjadi terhenti beberapa menit sambutan Bapak Bupati, membuat suasana menjadi sepi, tenang dan haru, sontak seperti dibungkam, kemudian tampak berlinang air mata seorang Bupati yang menetes ke wajah ia saat itu, tidak hanya bupati semua yang hadir ikut terharu dan hampir semua mengeluarkan air mata, bahkan salah satu wartawan yang bertugas di wilayah kabupaten Muratara Akbar Syafe’i, ia mengakui pada saat Bupati menyebut kan tentang SAD, iapun ikut terharu dan seperti dihipnotis dan menangis serta terbayangkan penderitaan SAD sebelum di asramakan.
Bupati Kabupaten Muratara H M Syarif Hidayat mengatakan, setelah setahun pihak Pemkab Muratara melalui Dinas Sosial mengasramakan SAD di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit mendapatkan Dua penghargaan Nasional.
“Alhamdulullah sebanyak 116 orang SAD bisa kita hentaskan melalui Dinas Sosial Muratara selama setahun juga keberhasilan itu terlihat, akhir-akhir ini kita Kabupaten Muratara mendapatkan penghargaan dari Komite Perlindungan Anak Indonesia(KPAI) dan selanjutnya diundang ke Makasar karena SAD Muratara mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak(KLA),”ungkapnya
Ia merasa sedih, mereka itu sebelum di asramakan (SAD maksut ia) makan apa?,”ungkap Bapak Bupati saat menyampaikan kata sambutan di depan mahasiswa IAIN Curup. Di jelaskan Suami Lia Mustika Syarif, sebanayak 116 SAD yang di asramakan oleh pemkab Muratara banyak perubahan yang berkembang, para SAD sudah pandai beradaptasi dengan sesama, berpakaian sudah rapi layaknya anak-anak pada umumnya, di antara mereka suda memiliki ketrampilan, bakat sudah banyak yang pandai mengaji.
“Jika kita lihat SAD yang ikut di asramakan , kita akan sulit membedakan mana suku anak dalam dan mana anak anak biasa, mereka sudah berpenampilan seperti anak-anak kita, mereka sudah pakai jilbab dan berpakaian rapi dan merka sudah cerdas,” jelasnya.
Lanjut Ayah Erwin Syarif, mereka sudah bisa baca alquran, mereka sudah bisa membaca, mereka sudah hapal Pancasila, mereka sudah hapal UUD’45, Mereka sudah bisa melukis serta membatik dan sebagainya,” katanya. Pemerintah Kabupaten Muratara melakukan hal tersebut, tiada lain guna merealisasikan misinya membangun sumberdaya manusia dalam memanuasiakan manusia secara manusiawi.
“Mengapa saya mengasrmakan mereka, karena mereka ada didepan mata kita, mereka juga anak Muratara dan perlu memiliki setatus, juga wajib memdapatkan kehidupan yang layak,”tegas bupati
Sambung Bapak yang penuh wibawa, ia juga harus membuka mata sesama manusia karena kita semua sama dihadapan tuhan bahkan seluruh warga negara indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak. “Pada adik-adik wartawan kita bisa melihat, mereka berkelana dan berpibdah-pindah tempat dari hutan ke hutan, SAD juga manusia dan warga indonesia, kita harus berpikir mengapa dia bau..? mengapa senua orang menjauh darinya.?, jika kita sadar wajar dia tidak mandi karena dia tidak punya sabun dan sebagainya,” tutup Bupati. (Rishaudi-Muratara)
—-