oleh

Ini Persiapan Natal Gereja Katolik Musi Rawas Dimasa Pandemik

-Musi Rawas-357 Dibaca

Silampari Online,

MUSIRAWAS, Perayaan natal tahun ini berbeda dari tahun tahun sebelumnya, namun demikian umat Katolik di Kabupaten Musirawas  tetap merayakan natal.

Ketua Dewan Paroki Kabupaten Musirawas Yohanes Par jo, kepada Silampari Online, Rabu (23/12) mengatakan bahwa umat Katolik tetap bersukacita meskipun merayakan natal ditengah pandemi Covid-19.

“Perayaan ekaristi (misa kudus) tetap dilaksanakan hanya saja tidak ada pesta natal ditahun ini. Tema pokok natal bersama PGI & KWI Immanuel. Pesan utamanya adalah kelahiran Yesus, Allah yang menjadi manusia, adalah tetap menjadi kabar sukacita karena Allah rela lahir menjadi manusia, menemani manusia, memberi harapan dan hidup. Meskipun dalam penderitaan seperti ini tetap ada sukacita karena ditemani oleh tuhan  dalam suasana seperti ini,” terangnya.

Ia menambahkan dalam situasi seperti ini perayaan natal dibuat sederhana dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

“Kehadiran jemaat dibatasi , mematuhi protokol kesehatan, tidak memberi kesan ada kerumunan besar. Pemerintah juga menyampaikan bila ada yang terpapar covid tidak boleh mengadakan pertemuan. Seluruh Panitia natal tahun 2020 di masing-masing gereja katolik yang sudah terbentuk diharapkan benar benar mengetahui daerahnya dan memperhatikan situasi keadaan yang berkembang,” jelasnya.

Sejak bulan November himbauan tentang pelaksanaan Natal 2020 agar memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) baik yang berasal dari pemerintah ataupun dari keuskupan agung Palembang sudah kami sampaikan keseluruh gereja katolik yang ada di Kabupaten Musirawas.

Selanjutnya dalam pelaksanaan pelayanan keumatan agar lebih optimal kami Dewan Paroki Kabupaten Musirawas membagi wilayah keberadaan gereja menjadi 6 wilayah, dimana wilayah 1 dan 2 berada di Kecamatan Tugumulyo, wilayah 3 dan 4 berada di Kecamatan Purwodadi, Wilayah 5 berada di Kecamatan Megang Sakti, Wilayah 6 di Kecamatan Muarakelingi.

Ia menambahkan situasi pandemic menjadi pendorong umat katolik untuk meningkatkan rasa solidaritas kemanusiaan.

“Kita tidak tahu pandemic kapan akan selesai, tapi soyogyanya umat harus menjalin kebersamaan, membantu orang lain terutama yang terdampak, kepada yang sakit, miskin kehilangan pekerjaan, kita harus siap membantu, seperti yang diajarkan oleh Paus Bapa Suci, kondisi seperti ini butuh solidaritas, rela menghadapi situasi seperti ini, ada kesadaran baru, solidaritas dan memberi kesaksian bahwa tuhan mau menderita dan mau menjadi miskin seperti manusia,” tutupnya. (Musyanto)