Inspirasi Mahasiswa Kebidanan Asal SAD Muratara, Mona Apriska Wansari

Mahasiswa asal Muratara yang kuliah di Unisa Yogyakarta foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Sukamnto, Kasi Kurikulum dan Kabid PGTK Barbara Desby Shinta. FOTO/ISTIMEWA

SILAMPARI ONLINE.

MURATARA-Program beasiswa bagi Suku Anak Dalam (SAD) kerjasama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dengan Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyimpan kisah istimewa.  Adalah Mona Apriska Wansari, anak SAD yang mengikuti program Beasiswa Ikatan Persyarikatan (BIP) Khusus Unisa. Perempuan kelahiran 6 april 2000 itu, pertama kali menginjakan kaki di Kota Gudeg, sejak diserahterimakan Pemkab Muratara kepada Unisa sebagai calon mahasiswa pada 12 September 2018.

Bacaan Lainnya

“Mungkin saya salah satu orang yang beruntung juga karena terpilih sebagai perwakilan anak dari SAD untuk bisa menimba ilmu khususnya di Unisah,” kata Mona kepada syarifhidayat.id yang mewawancarainya, Sabtu (15/2/2020).

Selama kuliah dan kini memasuki semester empat, prestasi puteri sulung dari dua bersaudara ini sangat membanggakan. Nilai Indek Prestasi Komulatif (IPK) semester satu sampai tiga 3,39. Sementara, nilai semester terakhir sebesar 3,64.
Mona menjelaskan, awal mula mengikuti program beasiswa setelah dirinya ikut proses yang diadakan Dinas Pendidikan Muratara. Saat itu, seorang pegawai bernama Mustofo memberitahu bahwa Diknas sedang mencari anak SAD dari Desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu.

Semula, orang tuanya kurang setuju jika dirinya pergi ke Jogja dengan alasan jauh. Namun, setelah diberikan keyakinan, kedua orang tuanya memberikan restu. Apalagi, ilmu kebidanan merupakan cita-citanya sejak dulu. Setelah itu, ia dibimbing oleh Barbara Desby Shinta, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan. Dialah yang mengantarkan ke Jogjakarta. Mengurus segala hal sejak pertama kali sebagai calon mahasiswa sampai sekarang.

“Terima kasih buat Bu Barbara sudah mengantarkan mona belajar ke UNISA. Gak tahu mau bilang apa. Intinya, bahagia sudah diperkenalkan dengan beliau. Baik banget,” kenang Mona.  Puteri dari pasangan Rajiwan dan Liza Tamsil ini pun mengucapkan terima kasih kepada HM. Syarif Hidayat sebagai Bupati Muratara, Dinas Pendidikan dan Unisa atas kepercayaan kepada dirinya selama ini.

Ia berharap, program beasiswa tetap berjalan ke depan. Khususnya bagi anak-anak SAD. Apalagi, beasiswa tersebut sangat membantu mengingat ekonomi sekarang yang sedang sulit.

Ingin Berbakti Kepada Keluarga dan Masyarakat

 

Setelah selesai kuliah nanti, ia ingin mengajarkan ilmu yang telah diperoleh kepada keluarga, anak-anak SAD dan masyarakat tentang pentingnya berbagai macam kesehatan.

“Sekaligus juga memerkenalkan beasiswa ini agar nantinya banyak penerus yang lain, yang belum banyak tahu tentang potensi yang mereka miliki,” katanya.

Selama menempuh pendidikan di Unisah, diakui, seluruh proses yang dilewati sebagai mahasiswa kebidanan menjadi pengalaman paling mengesankan.

“Tapi yang paling menyenangkan menurut saya itu praktek lahan, karena turun langsung, bertemu dan berkomunikasi banyak dengan pasien dan masyarakat sekitar,” katanya.

Terus Belajar Jangan Lupakan Ibadah

Mona yang merupakan puteri sulung dari dua bersaudara, juga mengharapkan, agar anak-anak yang sekarang sedang dididik dan dibina di Mess Serbaguna Dinas Sosial tetap semangat belajar menimba ilmu.

“Jangan melupakan ibadah. Jangan mudah terpengaruh dengan dunia sekarang. Terus belajar dan belajar,” harapnya.

Secara khusus, Mona juga memberikan penilaian kepada anak-anak yang sekarang menimba ilmu di Mess SAD. Banyak perubahan dalam diri anak-anak. Contoh, ada anak yang dulu belum berhijab sekarang sudah memakainya.

Selain itu, jika dulu anak-anak belum tahu kebersihan, sekarang sudah berubah. Memang, di tempat tinggalnya sedikit kotor. Jadi untuk membuat suatu perubahan membutuhkan waktu yang lama.

“Karena kebetulan yang disebelah rumah saya itu juga sedang belajar di mess. Saya melihat banyak perubahan yang terjadi. Dulunya belum berhijab sekarang sudah berhijab,” katanya.