oleh

Jadi Bandar Sabu, Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Ditangkap 

Silampari Online 

LUBUKLINGGAU- Setelah dua tahun masuk daftar pencarian orang (DPO) Satres Narkoba Polres Lubuklinggau, Desri Zahri alias Kucut (40) dapat dibekuk. Polisi membekuk mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau itu dirumah saudarinya di wilayah Kelurahan Wirakarya, Rabu (17/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Tersangka diketahui bandar narkoba jenis sabu. Keberadaannya diketahui Polisi setelah adanya informasi dari warga yang menyebutkan jika tersangka sedang berada di Kota Lubuklinggau. Setelah sebelumnya tersangka sempat kabur selama dua tahun ke Bandung (Jawa Barat) dam di Kota kembang itu tersangka berjaualan buah durian.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka atas nama Kucut sedang berada di Lubuklinggau,”jelas Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono didampingi Kasat Narkoba, AKP Sopian Hadi saat pres rilis ungkap kasus narkoba di Polres Lubuklinggau, Senin (22/2/2021).

Dikatakannya, mendapatkan informasi tersebut, anggota melakukan proses penyelidikan secara mendalam dan setelah dilakukan penyelidikan mendalam, ternyata benar tersangka ada diwilayah Kota Lubuklinggau. Kemudian anggota melakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat ditangkap tersangka Kucut berada dirumah saudarinya diwilayah Kelurahan Wirakarya.

“Yang bersangkutan ada dirumah ayuknya. Kemudian kita bawa tanpa tanpa perlawanan. Selanjutnya kita lakukan proses di Polre Lubuklinggau,”terangnya.

Seperti diketahui, Satres Narkoba Polres Lubuklinggau memasukan nama tersangka sebagai DPO sejak 2019 lalu. Itu setelah sebelumnya dua tersangka pengedar sabu dibekuk Satres Narkoba yakni Gusti dan Tomi. Pengakuan kedua tersangka itu menyebutkan nama tersangka Kucut sebagai bandar.

“Dimana yang bersangkutan pada waktu melakukan perbuatan melawan hukum masih menjadi anggota DPRD aktif Kota Lubuklinggau,”bebernya.

Atas informasi dan pengakuan kedua tersangka itu, Satres Narkoba melakukan langkah dan upaya dengan memanggil tersangka. Termasuk pula meminta izin dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Sebab saat itu sebagaimana diketahui, tersangka masih aktif menjadi anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

“Keluar surat izin dari Gubernur dan kami lakukan upaya-upaya diantaranya melakukan pemanggilan baik satu, dua dan ketiga,”paparnya.

Namun upaya yang dilakukan anggota tidak diindahkan tersangka. Sebab, yang bersangkutan dari panggilan tidak bisa hadir. Kemudian kami terbitkan DPO dan kami lakukan pencarian.

“Dari pencarian, kami juga berupaya mendapat informasi dari masyarakat. Yang bersangkutan ini sudah keluar dari Polda Sumsel yaitu diwilayah Jawa Barat, Bandung,”akunya.

Mengetahui tersangka kabur, Satres Narkoba Polres Lubuklinggau sempat melakukan pengejaran ke Jawa Barat. Namun pengejaran yang dilakukan anggota tidak membuahkan hasil alias tidak menemukan tersangka.

“Alhamdulillah pada Rabu (17/2) kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka atas nama Kucut sedang berada di Lubuklinggau,”timpalnya.

Ia menambahkan, saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka, anggota tidak menemukan barang bukti (BB) narkoba. Meski begitu, proses hukum terhadap tersangka tetap dilakukan.

“Untuk sementara pada waktu penangkapan, kita tidak menemukan BB. Namun untuk proses hukum cukup alat bukti untuk kami jadikan proses penyidikan,”ujarnya.

Selain itu, informasi yang didapat Polisi menyebutkan bahwa tersangka di Jawa Barat memiliki istri.

“Untuk pelarian yang bersangkutan, karena informasi yang kami dapat yang bersangkutan ada istri di Jabar. Jadi yang bersangkutan lari ke Bandung itu karena keluarga istrinya ada di Jawa Barat,”timpalnya.

Sementara itu, tersangka Kucut dihadapan Polisi saat dibincangi tertunduku lesu. Ia mengaku selama dua tahun kabur ke Jabar berjualan buah durian. Dan pengakuannya, ia baru menjadi bandar narkoba.

“Aku selama di Bandung jualan Durian. Dan aku baru jual narkoba,”tutur Kucut.

Dalam pres rilis ungkap kasus Senin kemarin, Satres Narkoba juga merilis hasil tangkapan selama satu bulan terakhir yakni mulai dari Januari sampai Februari.

“Selama kurang lebih satu bulan, Polres Lubuklinggau melakukan pengungkapan sebanyak 17 laporan polisi dengan tersangka berjumlah 23 tersangka terdiri dari 21 laki-laki dan dua perempuan,”.

Dari pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka tersebut, diamankan sejumlah BB narkoba. Yakni narkoba jenis ganja, ekstasi dan sabu.

“Ada satu kasus DPO yang kita ungkap dari tahun 2019 dan bisa kita amankan yang bersangkutan kiatannya dengan bandar narkoba yakni DZ alias Kucut,”pungkasnya. (Kris)