Jangan Jadi Sumber Masalah

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG – Sosialisasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) bagi masyarakat serta penguatan peran tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat di Kabupaten Empat Lawang, digelar di aula Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (27/2).

Muat Lebih

Acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh pemuda serta unsur trpika se-Kabupaten Empat Lawang, ini juga dihadiri sejumlah kepala desa (Kades) dan pihak kepolisian resort (Polres) Empat Lawang.

Kepala Dinas Kesbangpol Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Sekretaris Dinas Kesbangpol Kabupaten Empat Lawang, Suryadi Husen mengatakan, kegiatan sosialisasi semacam ini memang direncanakan oleh pihaknya di Kabupaten Empat Lawang.

“Kami sebagai tuan rumah, memfasilitasi tempat, karena memang membidangi kami sebagai Kesbangpol di Kabupaten Empat Lawang ini,” ungkapnya.

Sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, mantan Camat Pendopo Kabupaten Empat Lawang tersebut menyebut ada Kapolres Empat Lawang, dalam hal ini diwakilkan kepada Kasat Intel Polres Empat Lawang. “Ada juga dari Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Empat Lawang,” urainya.

Dalam kegiatan ini, Suryadi kembali memaparkan, ada forum diskusi dalam rangka pengamana, kenyamanan di Kabupaten Empat Lawang, dalam rangka menghadapi pemilukada Empat Lawang. 

“Kami minta kepada narasumber, agar dapat menyampaikan seluas-luasnya bagaimana agar pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Empat Lawang, dapat bejalan aman,” pintanya.

Sementara, Kasat Intel Polres Empat Lawang, Iptu Suharjo SH selaku narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan, dirinya sangat berharap pada pelaksanaan pilkada di Kabupaten Empat Lawang, berjalan kondusif dan aman, tidak seperti yang diperkirakan banyak orang di luar kabupaten ini.

“Saya sangat berharap, semua kita yang hadir di sini bukan merupakan sumber masalah, namun merupakan sumber solusi. Kalau pemerintah, tokoh masyarakat dan anggota TNI/Polri merupakan sumber masalah, nonsens dapat pilkada Empat Lawang berlangsung aman,” jelasnya.

Meski demikian, dirinya sangat yakin jika yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini bukan sumber masalah, namun dirinya mengkhawatirkan oknum-oknum bagian masyarakat lain yang lebih memementingkan jangka pendek dirinya daripada kepentingan seluruh masyarakat, ini yang perlu disadarkan.

“Empat Lawang ini sudah (lebih dari) sepuluh tahun berdiri, akan dibawa kemana kedepannya, jika kita terus saling gontok-gontokan,” imbuhnya.

Diapun mengakui, masyarakat di daerah Empat Lawang, memang sedang belajar dalam segala hal termasuk dalam urusan berpolitik, namun perlu disadari semua pihak, tidak ada istilah warna kuning, biru atau warna lainnya. “Yang ada, kita semua adalah merah-putih,” tegasnya. (HS-04)