Januari-Agustus, 21,2 Hektar Lahan Terbakar

Padam: Saat petugas BPBD kabupaten Mura memadamkan api kebakaran lahan dan sepanjang Januari-Agustus 21,2 hektar lahan terbakar (Foto baru ini)

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS– Dalam kurun waktu januari hingga Agustus, sejumlah wilayah di Bumi Lan Serasan Sekentenan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mencapai 21,2 hektar. Bahkan, kebakaran lahan tersebut sengaja dibakar oleh oknum pemilik lahan.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Paisol saat diwawancarai Harian Silampari beberapa hari yang lalu diruang kerjanya.
Dijelaskannya, bahwa dari hasil evaluasi terhadap penanganan bencana Karhutla terdata sejak Januari hingga Agustusterjadi kebakaran lahan perkebunan mencapai 21,2 Hektar. Bahkan, terbakarnya lahan bukan terbakar melainkan sengaja dibakar.
“Soal karhutlah, kalaulah baru-baru ini belum ada lahan terbakar. Akan tetapi, secara menyeluruh mulai awal tahun hingga Agustus terpantau 72 titik panas (Hotspot),”jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, lahan yang terbakar seluas 21, 2 hektar sebagian besar sengaja dibakar terjadi dibeberapa titik wilayah diantaranya Kecamatan Megang Sakti, Muara Lakitan, BTS Ulu Cecar. Namun, kendati begitu pihaknya bersama TNI-Polri telah melakukan berbagai penanganganan.
“BPBD bersama dengan Dandim 0406 MLM dan Polres Mura telah bersama-sama menurunkan personil melakukan sosialisasi larangan membakar,”terangnya.
Selain itu, pihaknya juga mendirikan lima posko pemantau di lima Kecamatan rawan Karhutla, mulai dari posko di Desa Mekar Sari Kecamatan Megang Sakti, Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan, Binjai Kecamatan Muara Kelingi, Pelawe Kecamatan BTS Ulu dan Desa Taba Gindo Kecamatan Selangit.
“Selama 1×24 tim gabungan diturunkan untuk melakukan giat patroli keliling dilokasi hutan dan lahan perkebunan,”bebernya.
Kemudian, disamping sosialisasi pencegahan karhutla maka Dandim menurunkan personil Babinsa dan Polres dengan personil Babinkamtibmas dan jika ditemukan kejadian kebakaran maka di informasikan ke posko Induk BPBD agar tim memadamkan api.
“Kalau untuk penegakan hukum (gakum) bagi pelaku merupakan kewenangan penegak hukum TNI dan Polri. Sebab, BPBD bertugas menanggulangi pemadamam api jika terjadi karhutla,”pungkasnya. (HS-03)