Jarak Pandang di Muratara Hanya Tiga Meter

Silampari Online, 

MURATARA – Sudah tiga hari terakhir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diselimuti kabut tebal pada pagi hari hingga pukul 08.30 Wib. Ini membuat sangat mengganggu pengendara karena jarak pandangnya lebih kurang 3 meter. Kemungkinan kabut tersebut terjadi karena uap air yang berada dekat dengan permukaan tanah, yang kemudian berkondensasi atau Perubahan wujud menjadi gas, sehingga mirip dengan awan.
Peristiwa tersebut terbentuk karena hawa dingin di sekitaran tempat itu dan kelembaban dengan kadar yang tinggi. Mengingat Bumi Berselang Serundingan ini bukan daerah pegunungan.
Kekhawatiran pengendara itu rata-rata hendak pergi bekerja, pelajar hendak sekolah dan masyarakat takut kabut tebal itu membawa penyakit. Sehingga meminta instansi atau dinas memberikan penjelasan supaya bisa menjawab keluhan masyarakat itu.

Seperti dikeluhkan Kristianto (37) warga Rupit Kabupaten Muratara mengatakan, memang beberapa hari ini kabut tebal selalu terjadi dipagi hari, dan tidak tahu apa peyebabnya.

“Saya rasa sudah tiga hari ini ketika pagi selalu diselimuti kabut tebal, padahal kita tidak tinggal di daerah dataran tinggi. Jadi saya juga bingung kenapa bisa begini,” tuturnya.

Sebenarnya,lanjutnya,menjadi khawatir kabut tebal itu bukannya embun pagi tetapi polusi, sehingga mengganggu kesehatan masyarakat. “Masyarakat mana tahu, jika itu hanya kabut biasa. Kami minta penjelasannya dari dinas terkait,”ucapnya.
Hal serupa juga dikatakan Sudardi (30) pengendara roda dua yang merupakan warga Desa Noman, Kecamatan Rupit mengungkapkan, memang kabut ini sangat tebal, sehingga jarak pandang kita terbatas. “Setiap pagi saya mengantar anak sekolah dan langsung bekerja ke ibu kota Kabupaten Muratara menggunakan kendaraan. Jadi saya selalu menghidupkan lampu saat berkendara, hal ini karena jarak pandang dan takutnya kendaraan dari arah berlawanan tidak melihat,” ungkapnya seraya mengaku hanya tembus sekitar 3 meter.
Ia mengaku, sangat berpengaruh jika berkendara jadi tidak bisa ngebut dan harus menyalahkan lampu karena tak kelihatan. “Khawatir nanti kecelakaan, karena tidak kelihatan sesama pengendara,” ujarnya.
Sementara Kadishub Muratara Alha Warismi saat dikonfirmasi mengenai kabut tebal yang menyelimuti Kabupaten Muratara di pagi hari dan mengganggu jarak pandang bagi pengendara melalui via handpone tak kunjung aktif.
Terpisah Kasubag Humas Muratara Indrayani membenarkan, bahwa dalam beberapa hari terakhir ini kabut tebal menyelimuti Kabupaten Muratara. Dia menduga bahwa itu hanya embun pagi pasca masuk musim penghujan dari musim panas. “Benar. Sekarang sudah mulai kabut. Kabut itu terbentuk karena hawa dingin di sekitaran tempat itu dan kelembaban dengan kadar yang tinggi,”pungkasnya. (HS-12)