oleh

Jaringan Internasional, 171 Kilogram Sabu Gagal Diedarkan

Silampari Online 

PALEMBANG- Penangkapan dua orang bandar narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan BNN Provinsi (BNNP) Sumsel yang diduga di daerah Kabupaten Banyuasin, Sabtu (23/1/2021) sore dengan barang bukti ratusan kilogram sabu-sabu dan pil ektasi, menjadikan Sumsel lagi-lagi sebagai transit bagi bandar besarnya.

Setidaknya sebanyak 171 Kilogram (Kg) sabu-sabu dan 43 kantong, yang satu kantongnya berisikan ribuan pil ekstasi dari tangan dua tersangka yang diamankan yakni, Syahrir alias SH (35), warga Jl Pangeran Ayin, dan Pamesangi alias PS (52), warga Desa Gilirang Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin.

Keduanya ditangkap pada Sabtu (23/1/2021) Sekira Pukul 14.30 Wib, tepatnya di wilayah Kampung Jekik Desa Giliran dusun 3 Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

Peredaran narkotika ini diketahui merupakan jaringan internasional dari Malaysia masuk ke Sumatera Selatan. Barang bukti yang diamankan sebanyak enam karung putih-merah bungkus, dua ember karet ukuran besar warna biru dan dua ember cat besar.

Penangkapan ini setelah petugas BNN menerima laporan masyarakat mengenai akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia yang dikirim menuju Muara Sugihan menggunakan transportasi Laut. Anggota pun langsung bergerak menuju lokasi melalui jalur laut menggunakan speedboat dan Sekitar Pukul 14.30 Wib berhasil meringkus dua pelaku yang yang menyimpannnya di wilayah Kampung Jekik Desa Giliran Dusun 3 Kecamatan Muara Sugihan Banyuasin.

“Barang bukti sabu-sabu totalnya 171 Kg. Kalau untuk ekstasi belum dihitung semuanya, ada sekitar 43 kantong,” terang Kombes Pol Habi Kusno, Kabid Brantas BNNP Sumsel saat dikonfirmasi, Minggu (24/1/2021).

Dikatakannya, barang bukti narkotika bersama dua orang pelaku langsung dibawa BNN ke kantor BNNP Sumsel di Jakabaring untuk pemeriksaan lanjutan.

“Masih kita lakukan pemeriksaan secara intensif kedua pelaku yang kita amankan dan dari kasus ini masih akan dilakukan pengembangan apakah kemungkinan ada pelaku lain,”tutur Habi. Malah informasinya, rilis ungkap kasus narkotika ini akan dilakukan di BNN RI Jakarta.

Sementara itu, Camat Muara Sugihan Welly Ardiansyah SIP menjelaskan bahwa, Sabtu malam Kepala Desa (Kades) Gilirang melaporkan adanya penangkapan yang dilakukan pihak BNN di wilayah Desa tersebut. Namun untuk lokasi tepatnya penangkapan tersebut belum diketahui secara pasti. Apakah di wilayah Desa atau perairan sungainya.

“Pastinya belum tau, tapi Dahlan, Kades Desa itu bilang salah satu yang ditangkap adalah warganya. Dimana, lokasi Desa itu sangat sulit untuk mendapatkan sinyal,”pungkasnya. (Sumeks.Co)