Jumlah Kekurangan Iuran BPJS Kesehatan

Diskusi yang digelar Harian Sumatera Ekspres menghadirkan pejabat BPJS Kesehatan, Senin (4/11). foto: dendi romi sumeks.co

SILAMPARI ONLINE

Kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan 100 persen sangat memberatkan masyarakat. BPJS Kesehatan sendiri berdalih harus menutup kerugian setiap bulannya.

Muat Lebih

“Kerugian yang harus ditanggung BPJS mencapai Rp8 triliun jika seluruh peserta membayar setiap bulannya. Jika tidak, angkanya bisa di atas Rp8 triliun,” kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Palembang Ichwansyas Gani saat menjadi narasumber Forum Grup Diskusi di Graha Pena (kantor Sumeks Grup), Senin (4/11).
Pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi terhadap penerima bantuan iuran (PBI) menggunakan APBN sebesar Rp48,71 triliun. Angka itu digelontorkan pemerintah untuk 2019. “Pada tahun 2020, pemerintah akan membayari segmen PBI sebesar Rp48,74 triliun,” ujarnya.

Sebagai kepala cabang, dirinya terkadang malu bertemu dengan direksi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena setiap bertemu selalu ditagih klaim BPJS.

“Kalau ketemu pimpinan rumah sakit, suasana lebaran. Mohon maaf lahir batin,” imbuhnya berseloroh.

Forum Grup Diskusi yang digelar Harian Sumatera Ekspres tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Asisten Deputi Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik Didin Budi Cahyono, dan Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik Hendra Kurniawan. Sedangkan dari jajaran Sumeks Grup hadir GM Harian Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah, Manajer Keuangan Hj Muwarni, Pemred Martha Hendratmo, GM PAL TV Yunita Ayu, Manajer Keuangan Harian, dan pimpinan perusahaan Sumeks Grup lainnya. (dom)

SUMBER : Sumeks.Co