oleh

Kadis Perkim Tinjau Pembangunan Ruang Terbuka Publik

-Utama-174 Dibaca

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Daerah Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II akan ditata menjadi kawasan yang indah dan tertata rapi. Saat ini dikawasan itu tengah dibangun ruang terbuka publik (RTP) dan promenade.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Lubuklinggau, Trisko Depriansyah bersama dengan stafnya melakukan peninjauan kelokasi pembangunan, Jumat (4/12). Ikut pula mendampingi pihak kontraktor atau pelaksanaan pembangunan. Ditargetkan pembangunan itu selesai diawal Juli 2021.

“Jadi ini sebenarnya program dari pemerintah pusat melalui Kotaku dengan menggunakan dana Islamic development bank, program nasional dan NSUP (National Slum Upgrading Project). Untuk penanganan kawasan kumuh” kata Trisko.

Dijelaskannya, pembangunan kumuh skala kawasan bertujuan untuk merubah wajah dari kampung Ulak Surung menjadi lebih tertata. Diwilayah itu tengah dibangun sejumlah pembangunan yakni ruang terbuka public, promenade, pedestrian, IPAL dan MCK. Pembangunan dikawasan itu bersentuhan dengan lingkungan guna menata kawasan disekitar.

“Dari beberapa kriteria kumuh itu diantaranya persampahan, akses air minumnya, akses potensi kebakarannya. Makanya oleh pemerintah pusat secara satu kawasan itu akan dilakukan, dirubah wajahnya,’ jelas dia.

Kemudian adanya pembangunan dikawasan itu berdampak positif bagi kota Lubuklinggau. Khususnya bagi warga sekitar Kelurahan Ulak Surung. Dimana kawasan itu akan menjadi tempat kunjungan baru atau destinasi wisata baru yakni kampung Ulak Surung yang berhadapan langsung dengan kampung warna warni disebarangnya.

“Kita harapkan mudah-mudahan mungkin dari Provinsi, entah dari APBD kita, kita bisa konek-an antara kampung warna warni dengan kampung ulu untuk kedepannya,” terang Trisko

Selain itu, pemerintah pusat juga membantu Pemkot Lubuklinggau dengan membangun rumah produksi. Dimana rumah produksi itu ada dua dikampung Ulak Surung yakni rumah produksi keripik jengkol, kerajinan daur ulang barang bekas dan sekaligus menyediakan tempat pemasaran. “Jadi fungsi RTP dan pintu masuk, konek sampai depan taman celosia dan sampai ke bukit sulap,” bebernya.

Lebih lanjut kata Trisko, adanya pembangunan dikawasan Ulak Surung memberikan kemudahan kepada masyarakat yang akan berolahraga baik itu jogging ataupun bersepeda. Sehingga tidak harus lewat jalan Bengawan Solo lagi , tapi cukup dengan memanfaatkan perlintasan atau trek di Kampung Ulu.

Sementara itu City Leader dari Kotaku, Riur Pandapotan menjelaskan pengerjaan proyek multi years dikawasan Ulak Surung telah berjalan empat minggu terakhir. Dimulai dengan pembangunan RTP yang merupakan pintu awal untuk akses menuju sampai keujung yakni Bukit Sulap. Pembangunannya menggunakan beton khusus.

“Titik awal dari RTP sampai taman bunga kurang lebih 800 meter dengan lebar sekitar dua meter,” timpalnya.

Ia menambahkan, adanya pembangunan dikawasan Ulak Surung bertujuan agar tidak kumuh. Kemudian meningkatkan ekonomi didaerah Ulak Surung. “Karena posisi awalnya masyarakat yang awalnya tidak bekerja, jadi bekerja dan mempunyai penghasilan tersendiri,” pungkasnya