Kami Berjualan Hanya Cari Makan, Bukan untuk Kaya Pak Bupati

*Pembongkaran Puluhan Kios di Betung

SILAMPARI ONLINE, BANYUASIN-Setelah melalui proses peringatan dengan surat, akhirnya puluhan kios pedagang yang menggunakan lahan diatas paret dan jalan umum, serta tanah perkarangan tokoh dibongkar paksa personel Satpol PP Banyuasin, Selasa( 4/2/2020).

Kendaranaan puluhan petugas eksekusi yaitu pihak satpol PP yang dibackcup pihak TNI dan Polri membuat situasi pembongkaran sangat mendapat perlawanan dari para pedagang yang ada didalam perkaràngan tokoh yang merasa tidak mengganggu diatas paret serta sepanjang jalan itu.
Namun para pedagang buah-buahan itu tidak dapat berbuat hanya pasrah kios yang didirikan awalnya bantuan UMKM Disprindag periode Bupati Amirudin inoed, itupun sudah rata sama tanah.

Terpisah Camat Betung M. Sobir yang ikut hadir dilokasi menyatakan, bahwa pihaknya sudah menerima surat dari satpol PP akan pembongkaran hari ini.
” Sudah sesuai dengan SOP dan surat dari Satpol PP kita terima. Sebagai perwakilan pemerintah kita turut turun kelokasi menyaksikàn dan pembongkaran juga sesuai perda tidak dibenarkan memggunakan paret dan bahu jalan , ” ujar Sobir.

Terpisah salah satu pemilik toko H. Asnawi yang mengaku sangat kecewa atas tindakan pemkab yang tidak berpihak kepada masyarakat. Padahal berdagang dilokasi tanahnya sendiri. “Ya kalau mau ditertipkan seluruh jangan tebang pilih yang ada didepan Toko yang ada di sepanjang taman segitiga Betung. Jangan kami saja, termasuk depan kantor lurah sepanjangan jalan umum. Dari simpang kapuk sampai desa suka mulya dan juga Depan jalan umum mulai simpang polwan sampai pasar pagi, ” protesnya.

Senada juga dengan pedagang lainnya berdagang depan toko sendiri dilarang. Kalau pedagang buah-buahan mereka hanya menempati lokasi paret dan jalan umum. Kenapa mau masuk di perkarangan toko.
“Kami berjualan dilokasi SHM Tanah perkarangan toko bukan diatas paret atau bahu jalan . Kami berjualan hanya cari makan, bukan untuk kaya pak. Sampaikan sama pak Bupati, kami ini masyarakatnya,” keluhnya.

Dan mengaku ada dugaan memberikan uang dari salah satu pemilik toko yang tertutup oleh pedagang buah-buahan.

Pantauan media ini dilokasi juga terlihat sejumlah pejabat Kecamatan Betung. Upt kebersihan dan beberapa mobil satpo PP yang stanbaykan dalam giat pembongkaran puluhan kios itu.

Beberapa pedagang sempat melontarkan kata-kata menghujat kepada para petugas sat pol PP karena tidak terima pembongkaran tempat mereka berdagang. Pihak dari kecamatan juga plin plan katanya awal pembongkaran pedagang buah-buahan kemarin pedagang yang menyewa tànah dari punya tokoh tidak dibongkar tapi dirapikan ini malah dibongkar tidak ada ganti rugi.


Aleksader Anggota DPRD Dapil Betung sebelumnya sudah turun menyaksikan pembongkaran awal mengharapkan pihak pemkab dapat mengatasi dan memberikan solusi terbaik jangan sampai para pedagang terlantar kehilangan tempat usaha berdagang. Nanti kita musyawarahkan kembali dan memanggil pihak kecamatan dan satpol PP dan para pedagang.(heri)

Tinggalkan Balasan