‘Kancil’ Ngelem Aibon dan Tusuk Korban Dua Kali

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono saat konfrensi pers di Mapolres Lubuklinggau, Senin (23/9/2019).

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU
Kancil alias K, warga Lubuklinggau merupakan salah seorang tersangka perampokan yang mengakibatkan korban Erwin Kusuma Jaya, warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, meninggal mengaku, dirinya menusuk korban karena ingin mengambil handphone (HP).

“Saya mau mengambil Hp pak,”demikian diucapkan tersangka K kepada Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, usai press rilis kasus perampokan dengan korban Erwin dan tersangkanya tiga orang yakni I, K dan H, yang semuanya masih dibawah umur, Senin (23/9).

Muat Lebih

Setelah didesak beberapa pertanyaan, tersangka Kancil mengakui, sudah satu tahun mengkonsumsi lema aibon. “Satu tahun pak ngelem. Saya dua kali nusuk orang, curanmor satu kali,” ucapnya.

Sebelumnya, semula diprediksi motif pengeroyokan hingga menewaskan Erwin Kusuma Jaya, warga Kelurahan Kayu Ara bermotif cinta sigitiga. Namun, setelah proses pengembangan penyidikan dan penangkapan dua daftar pencarian orang (DPO) I dan K ditangkap, Minggu (22/9/2019) di Wisma Pesanggrahan, ternyata bermodus perampokan. Sebelumnya, tersangka H sudah diamankan lebih dulu. “Motifnya perampokan dengan pasal 365 KUHP, pidana 20 tahun penjara,” tegas Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono saat konfrensi pers di Mapolres Lubuklinggau, Senin (23/9).

Dijelaskan Kapolres AKBP Dwi Hartono, perbuatan dilakukan ketiga tersangka H, I dan K, berawal I menghubungi korban Erwin Kusuma Jaya dengan maksud jahat yakni niat mengambil motor dan hand phone korban. Alhasil, pancingan I kepada Korban berhasil. Korbanpun datang memenuhi panggilan I. Yang sebelumnya 2 tersangka H dan K sudah ada di lokasi kejadian.

“Korban melawan saat diminta motor dan Hpnya, sehingga K menusuk korban mengenai ulu hati, sedangkan H ikut memukul,” jelasnya. Untuk diketahui, tersangka K merupakan Residivis kasus penganiayaan yang pernah menjalani hukuman dan juga diduga terlibat kasus curanmor. “Saya tegaskan lagi, tersangka I dan korban tidak ada hubungan pacaran. Modusoperandi ini baru terjadi,” ucapnya. (SO-01)