Kapolda Pastikan Titik Api di Mura dan Muratara Tidak Membahayakan

Kunker: Saat Kapolda Provinsi, Irjen Pol Firli Bahuri (tengah) didampingi Kapolres Kabupaten Mura, AKBP Suhendro, Bupati Kabupaten Mura, H Hendra Gunawan dan Bupati Muratara, Syarif Hidayat tiba di Mapolres Mura untuk kunker (Foto Jum'at 20-9-2019)

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS– Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Firli Bahuri memastikan bahwa hingga saat ini baik Kabupaten Musi Rawas (Mura) maupun Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tidak ada kabut asap dan titik api yang membahayakan masyarakat. Hal itu ia pastikan setelah meninjau melalui jalur udara, Jum’at (20/9) sebelum tiba di Mapolres Mura untuk bertatap muka bersama Forkompinda dan Personil Polres Mura, di Gedung Pesat Gatra Mapolres Mura.

Muat Lebih

“Kedatangan saya sengaja untuk memastikan bahwa baik Mura dan Muratara dalam situasi kondusif, aman dan nyaman. Bahkan titik apipun sekarang hanya ada tiga hotspot. Saya juga sudah memastikan kabut asap melalui jalur udara, baik Mura dan Muratara itu tidak ada asap dan tidak ada titik api yang membahayakan,”jelas Firli kepada awak media, Jum’at (20/9).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa kemudian terkait dengan agenda demokrasi yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang, baik Mura dan Muratara yang sama-sama akan melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan Bupati Mura dan Muratara. “Untuk itu, saya ingatkan kepada seluruh Bupati bahwa pendanaan terkait dengan pilkada 2020 itu sudah harus mulai dipikrikan dari sekarang untuk kemudian dianggarkan dalam APBD 2020. Hal ini sesuai dengan Undang-undang (UU) yang mengatur bahwa seluruh pembiayaan pilkada ada dalam APBD,”terangnya.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada mendatang, yakni dilihat dari segi orang, pendukung atau partai politiknya, dan siapa yang akan melanjutkan itu harus sudah dipetakan oleh baik Polri maupun TNI serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sehingga nantinya akan tahu dan paham dengan apa yang akan dilaksanakan.

“Dalam politik tidak ada yang menjadi pemenang atau yang kalah secara hakiki. Karena sesungguhnya, pada akhirnya yang kalah akan mencari yang menang dan yang menang mencari yang kalah serta bukan bersiteru,”paparnya.

Ketua KPK RI terpilih ini juga meminta agar kejadian buruk pada pemilu sebelumnya tidak terulang kembali. Bahkan, ia juga menghimbau kepada Parpol untuk tidak membuat persiteruan di tengah-tengah masyarakat yang nantinya akan menimbulkan konflik.

“Selain itu, KPU juga harus bekerja secara profesional dan tidak memihak, begitu juga dengan Bawaslu yang harus adil. Kemudian tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh agama dan tokoh adat dan tokoh pemuda, harus mampu menjaga ketentraman. Jangan berantem jika berbeda pilihan,”ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Mura, AKBP Suhendro menjelaskan, secara umum baik Mura maupun Muratara, hingga saat ini masih dalam kondisi yang aman dan terkendali baik dari sisi sosial budaya maupun keamanannya. Kendati terdapat beberapa potensi konflik yang sampai dengan ini menjadi kerawanan.

“Untuk sisi politik, Muratara akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada 25 September mendatang dan 2020 melaksanakan pengamanan Pilkada Bupati di dua Kabupaten tersebut. Sehingga pesta demokrasi tersebut akan berjalan dengan aman dan lancar,”tutur Suhendro.

Menurutnya, pihaknya juga sudah menyusun kreasi sehingga bisa dihandle dan dibantu Pemerintah dan Kodim, melalui rapat koordinasi mulai 2 September, 5 September, 11 September dan terkahir 15 September, untuk membicarakan pilkades sehingga berjalan aman dan damai. “Untuk situasi kamtibmas berkat kerjasama dengan Pemda dan dukungan Kodim, situasi masih dapat dikendalikan. Hanya saja, sinergisitas ini harus tetap terjaga hingga saatnya melaksanakan pengamanan pilkada dan pilkades sehingga bisa berlangsung dengan lancar,”bebernya.

Hanya saja, Mura dan Muratara merupakan daearah terlintas Jalinsum. Jadi masih sering terjadinya gangguan di lalulintas baik kecelakaan, tabrak lari dan lain. Kami sudah sangat berupaya mengatasinya dengan kegiatan gabungan baik siang maupun malam. Meskipun Ada beberapa trens yang naik seperti lakalantas dan ada kejadian yang bisa diturunkan seperti pelanggaran dan tabrak lari.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mitigasi karhutla yang menjadi tranding topik nasional, dengan kerjasama seluruh pihak sehingga hots spot di Mura dan Muratara mengalami penurunan. Bahkan berdasarkan informasi baru ada tiga titik api baik di Mura dan Muratara.

“Intinya gambaran kerjasama dan sinergisitas antara Polres dan Pemerintah Kabupaten (Pemda). Mapolres Mura yang selain mendapat bantuan pembangunan gedung, dan kendaraan R4 yang akan digunakan di seluruh Polsek untuk Kabupaten Mura memberikan bantuan kendaraan R4 sebanyak 10 unit dan Kabupaten Muratara 5 unit. Dengan ini, tentunya akan menjadi pemicu untuk Polres bekerja lebih baik lagi,” pungkasnya.

Laporan Krimanto-Wartawan Harian Silampari

Editor : Agus Hubya