Kapolres Akan “Bersih-bersih”

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Penyalahgunaan narkoba jenis sabu, saat ini memang sangat memprihatikan. Bahkan peredaran barang haram tersebut dengan mudah didapat dimana saja.

Muat Lebih

Lebih parahnya lagi, pengguna barang haram tersebut dari berbagai kalangan baik dari pejabat, instansi, oknum kepolisian, masyarakat dan bahkan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa pun sudah mengenal barang haram tersebut.

Beberapa waktu lalu, masyarakat dibuat heboh dengan terbuktinya oknum Kapolres Empat Lawang berinisial AS setelah di tes urinenya positif mengkonsumsi narkoba. Sontak, mengetahui hal tersebut membuat Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara pun berang.

Dan tak lama kemudian jabatan Kapolres yang di pegang AS pun langsung dicopot dan digantikan dengan AKBP Eko Yudi Karyanto.

Tak ingin anggota kepolisian terlibat dengan narkoba baik sebagai baking bandar atau menggunakan barang haram tersebut, pada Selasa (22/1) lalu Kapolda menegaskan akan menembak oknum petugas Empat Lawang yang terlibat dengan narkoba.

Menyikapi pernyataan tegas Kapolda tersebut, Kapolres Empat Lawang yang baru AKBP Eko Yudi Karyanto saat dihubungi wartawan melalui telepon mengatakan, pastinya pihaknya akan melakukan “bersih-bersih”.

“Ya, yang namanya kita ingin menyapu halaman tidak mungkinkan sapunya kotor,” ujar Eko.

Saat ditanya apabila memang ada oknum Empat Lawang yang terbukti terlibat dengan narkoba, Eko menegaskan pihaknya akan melakukan tindakan dengan sesuai aturan mainnya. Sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Apabila memang ada anggota yang terbukti sebagai bandar narkoba ataupun pengguna, akan kita sesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan intinya tidak menyalahi SOP,” tegasnya.

Ketika ditanya pernyataan Kapolda Sumsel yang ingin memberikan tindakan tegas tembak di tempat kepada oknum anggota Empat Lawang yang terbukti terlibat dengan narkoba. Eko menjelaskan, bahwa penyataan Kapolda bahwasannya Kapolda ingin bersih-bersih di lingkungan Internalnya. 

“Ya, kalau memang terbukti, akan dilakukan tindakan tegas,” tegas Eko. (HS-05)