Kapolres : “Bayi Meninggal Akibat ISPA itu Hoax”

SILAMPARI ONLINE


BANYUASIN
— Terkait meninggalnya anak bernama Ellsya Pitaloka bayi kelahiran 1 Mei 2019 yang sempat viral karena meningal dunia dikarenakan ISPA, diketahui lahir di Bidan Desa Ratna dalam keadaan sehat wal afiat.
Ellsya Pitaloka meninggal dunia di RS.ARRASYID pada Minggu 15 September 2019 yang diposting oleh Agus Darwanto di aqun facebook Banyuasin Terkini bahwa anak tersebut dirawat karena sakit ISPA tanpa berdasarkan hasil medis dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Muat Lebih

Dan perbuatannya ini hanya bertujuan untuk menarik simpati masyarakat agar memberikan bantuan dana bagi keluarga Korban. Padahal apa yang telah disampikannya melalui aqun facebook itu tidak benar kalau anak tersebut meninggal karena ISPA.

Berdasarkan keterangan ayah korban Ngadiru bahwa sebelumnya anak pertama A.n Muhammad Zaru meninggal dunia pada umur 4,5 karena inveksi Virus terhadap kulit dan sedangkan bayi A.n Ellsya Pitaloka merupakan anak kedua yang meninggal pada Minggu 15 September 2019 di RS Ar Rasyid.

Dari informasi yang didapat dimana yang disampaikan oleh Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK mengatakan, kalau dokter yang menangani anak tersebut adalah dokter spesialis anak yakni dr. Azwar Aruf Spa, yang menyebutkan bahwa anak tersebut meninggal bukan karena disebabkan ISPA.

“Kondisi rumah dan lingkungan keluarga korban tidak sehat dikarenakan rumah (dapur) tersebut berdempetan langsung dengan kandang sapi, jadi kalau anak tersebut meninggal karena ISPA itu jelas Hoax,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S.IK kepada awak media, Senin (16/09).
Menurut Kapolres Danny, kebiasaan dari orang tua korban yang membakar sampah di samping rumah dengan jarak 2-3 Meter sehingga rentan terhadap adanya penyakit. “Sekarang sedang berlangsung di RS ARRASYID pelaksanaan Konferensi Pers terhadap penyebab kematian anak tersebut,” jelas Danny. (Heri)