Kapolres Gerah, Warnet Buka Tidak Sesuai Aturan

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono meminta warnet ditertibkan karena buka tidak sesuai aturan

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU – Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan bukan pada tempatnya, terutama dipasar.  “Penertiban akan kita lakukan dalam upaya meningkatkan ekonomi daripada mereka sendiri,” kata Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe usai acara Fokus Grup Diskusi (FGD) di Polres Lubuklinggau, Rabu (11/9).

Muat Lebih

Kata orang nomor satu di bumi sebiduk semare itu, mereka ditertibkan supaya penghasilan yang selama ini semisal mendapat Rp100 ribu atau Rp200 ribu akan lebih meningkat. Dan sebagai gambaran, ia menjelaskan bahwa yang belanja dengan kondisi saat ini penuh kesemrawutan dan orangnya hanya itu-itu saja. “Malah pembantunya dan sebagainya bawa duit seribu, lima ribu, suruh belanja,” terangnya.

Nah sebaliknya, Nanan menjelaskan, kalau kondisi pasar bagus dan tidak semrawut, orang jalan bisa dan parkir bisa, maka otomatis orang yang belanja akan banyak. “Kalau belanja yang banyak, peningkatan mereka bertambah,” katanya.

Karena itu, dirinya menambahkan bahwa untuk menambah orang banyak belanja ke pasar, harus dapat membuat orang yang datang nyaman untuk masuk kedalam pasar. “Kita bukan ngusir. Lihat dipinggir jalan, jual tengah jalan. Kemudian ditikungan, jual dipinggir tikungan. Nah ini sedang kita lakukan upaya penertiban,” terangnya. Selain itu, menurutnya dalam mengatasi kesemrawutan pasar yang paling utama yakni membangun pasar-pasar baru. “Ini yang sedang kita lakukan. Lalu membangun sarana umum baru, supaya mereka sedikit terpencar-pencar,” ungkapnya.

Kemudian hal lainnya yakni yang paling utama membangun Pasar Inpres Blok A dan Blok B. “Nah itu menunggu penyelesaian, negosiasi antara Pemkot dengan PT KAI. Insya Allah selesai tahun ini. Sudah kita layangkan surat ke PT KAI. Mudah-mudahan dalam tahun ini selesai, maka tahun depan baru kita lakukan action untuk pembangunan,” jelasnya.

Sementara itu dalam acara Fokus Grup Diskusi tersebut, Walikota juga membahas mengenai tenda atau tarup hajatan ditengah kota yang acapkali dipasang hingga memakai badan jalan. “Kita kan kedepan ada anggaran kelurahan cukup besar,” kata Nanan.

Maka pihaknya berencana untuk mewujudkan membangun balai kelurahan atau balai rakyat disetiap kelurahan di Lubuklinggau. “Sehingga itu bisa membantu untuk masyarakat dan tidak perlu lagi pakai tarup, pinjam saja balai kelurahan itu. Gratis, paling bersihkan saja,” terangnya.

Sedangkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menjelaskan mengenai tenda atau tarup, pihaknya masih tahap sosialisasi lebih dulu sekaligus mengimbau kepada masyarakat agar tidak memakai badan jalan.

“Tarup kita tahap sosialisasi dulu. Karena itu budaya masyarakat. Sedikit demi sedikit kita mulai imbauan kepada masyarakat untuk tidak memakai badan jalan,” ujarnya. Kemudian mengenai adanya masukan dan keluhan dari warga soal warnet yang operasi tidak sesuai dengan aturan, pemilik warnet diminta untuk segera menertibkan. Sebab dirinya mengaku sudah agak gerah dengan warnet yang kadang asal-asalan atau sembarangan. “Jadi mereka bukanya tidak sesuai dengan aturan, siapa saja masuk situ. Tidak ada filternya, kadang-kadang pelajar masuk kesitu pada saat jam sekolah. Nah itu sangat mengganggu, tidak sesuai dengan aturan,” tegasnya. Karena itu, ia meminta kepada pemilik warnet mulai saat ini tertibkan. “Kalau memang tidak, kita yang akan nertibkan. Apalagi kalau ada pidananya, kita proses pidana,” pungkasnya. (HS-01)