Kapolres : Ormas Jangan Jadi Alat Pemerasan

 

SILAMPARI ONLINE

Muat Lebih

Lubuklinggau – Keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) merupakan salah satu fungsi pengawasan ekternal yang dibentuk swadaya dari elemen masyarakat, yang fungsinya melaksanakan pengawasan kinerja Pemerintah.

Untuk mengakomodir keberadaan Ormas dan LSM yang ada di Kota Lubuklinggau, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kota Lubuklinggau, pada (2/10/2019) mengadakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan tentang pendidikan Politik bagi Ormas/LSM se Kota Lubuklinggau.

Pada Kesempatan itu Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono berkesempatan secara langsung memberikan Bimtek (bimbingan teknis) kepada 79 Ormas dan LSM.

Dalam paparannya Kapolres menyampaikan tentang pengaruh Politik dan Ormas dalam meningkatkan kamtibmas.

Didampingi Kabankesbangpol Drs. Edi Rogiansyah, AKBP Dwi Hartono menerangkan bahwa keberadaan LSM/Ormas harus memahami aturan UU No 16 tahun 2017, salah satunya terkait legalitas Ormas/LSM.

“Setiap kegiatan Politik, termasuk Ormas wajib memberitahukan kepada Polri, jangan sampai ormas dijadikan alat melakukan pemerasan, disusupi paham radikal, dijadikan alat kepentingan politik atau golongan. Terlebih situasi saat ini maraknya provokasi terhadap keutuhan bangsa kita, tapi saya yakin ormas di lubuklinggau bersahaja” ujar kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, “Ormas juga harus memahami larangannya sesuai aturan, salah satunya penggunaan lambang, nama, atribut yang menyerupai lembaga negara, sebut saja ada di daerah lain, pakaian ormas menyerupai brimob dan TNI, itukan salah” tegas Kapolres.

Kemudian dalam forum diskusi, beberapa perwakilan ormas menyampaikan dukungannya dan siap membantu program Kapolres diantaranya terkait pemberantasan Narkoba dan pemeliharaan kamtibmas di Kota Lubuklinggau.