oleh

Karang Taruna Kecamatan Muara Kelingi Tuai Kecaman

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Polemik terhadap pernyataan Karang Taruna (KT) Kecamatan Muara Kelingi yang menginginkan terbentuknya Karang Taruna (KT) di tingkat Kelurahan menui kecaman.

Ketua Karang Taruna HIPAMA Kelurahan Muara Kelingi, Ryan Arya Fahlevi mengaku pernyataan tersebut tidak berdasar, mengingat Kelurahan Muara Kelingi sudah memiliki organisasi karang taruna dan struktur kepengurusan yang sah.

“HIPAMA itu sudah diakui sebagai karang taruna Kelurahan Muara Kelingi dan telah menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi sosial di tingkat Kelurahan,”kata Ryan.

Menurutnya, seharusnya eksistensi dan keberadaan HIPAMA mendapatkan apresiasi dari KT Kecamatan bukan malah mengeluarkan pernyataan yang mengundang kegaduhan

Sementara itu, Ketua KT Kecamatan Muara Kelingi Iskandar Syarnubi dalam keterangannya di forum mediasi yang dilaksanakan di Kantor Camat Muara Kelingi, Kamis (10/6/2021) menjelaskan pernyataan tersebut ia sampaikan dengan alasan kepengurusan KT Kabupaten sudah terbentuk kepengurusan baru maka seluruh struktur kepengurusan di tingkat bawah harus dilakukan pergantian.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Mura Muhamad Al Amin melalui Sekjen Hijriah Alam Bintoro mengakui meski kepengurusan Kabupaten telah dilakukan pergantian dengan kepengurusan baru tidak mesti KT Kecamatan dan Kelurahan /Desa juga harus baru apalagi sampai berganti organisasi atau wadahnya.

Ia menambahkan dalam peraturan menteri sosial (Permenaos) Permensos 25 tahun 2019 tentang Karang Taruna yang merupakan Peraturan Menteri Sosial baru yang menggantikan Peraturan Menteri Sosial Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 94) dalam BAB III Keanggotaan dan Kepengurusan Pasal 20 sudah jelas.

Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat dalam forum pengambilan keputusan masing- masing tingkatan dan harus memenuhi syarat. Sehingga tidak boleh ada intervensi terhadap proses pergantian kepengurusan.

“Kita harus menyadari bahwa karang taruna adalah organisasi sosial untuk itu seyogyanya kita bersatu jangan bercerai untuk mewujudkan cita-cita organisasi secara bersama,”pungkasnya. (Musyanto)