Kartu Pra Kerja Dijatah 2 Juta Orang

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Kartu Pra Kerja yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya menemui titik terang, setelah Kepala Badan Latihan Kerja (BLK) seluruh Indonesia dengan Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pertemuan di Samarinda, membahas tentang Kartu Pra Kerja. Dari hasil pertemuan tersebut, Kepala Disnaker Lubuklinggau, H Purnomo menyampaikan Kartu Pra Kerja seluruh Indonesia akan dijatah 2 juta orang. “Dengan rincian 1,5 juta orang untuk Swasta terdiri dari vokasi, BUMN dan BUMD, lalu 500 ribu orang di pemerintah,”kata Purnomo ketika diwawancarai Harian Silampari, Rabu (12/2).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan pendaftaran sudah dimulai melalui online dengan diseleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan. “Registrasi maupun verifikasi atas ketentuan dari Kementrian, baik lulus atau tidaknya,”ujarnya.

Purnomo mengungkapkan, peserta yang lulus akan mendapatkan uang pembinaan Rp 500.000 setiap bulan selama tiga bulan.
“Yang banyak itu ongkos pelatihannya,” tuturnya. Purnomo menambahkan, karena Kartu Pra Kerja untuk seluruh Indonesia, jadi ada Kota yang tidak bisa mendapatkan Kartu Pra Kerja. “Kita (Lubuklinggau) belum tentu bisa dapat, masalahnya tergantung individu masing-masing yang ingin ikut pelatihan di BLK mana,”terangnya. Lanjut Purnomo, BLK hanya menyampaikan informasi terkait cara mendapatkan Kartu Pra Kerja, selebihnya yang menjalankan seluruhnya dari Kementrian Ketenagakerjaan. “Kita kan sekedar mensosialisasikan, baik secara sistem dan medsos sudah kami sebarkan,”akunya.

Purnomo menyampaikan proses pendaftaran, pelaksanaan dan pelatihan diperiodekan selama satu tahun, dengan harapan setidaknya dari peserta yang lulus dapat memilih mengikuti pelatihan di BLK Lubuklinggau, karena baik prasarana dan SDM sudah dipersiapkan seluruhnya. “Harapan kami, mereka bisa menimba ilmu di BLK kami dengan tujuan dasar atau upgrading, kami siap untuk melaksanakan hal itu, karena tujuan kami mengurangi pengangguran di Lubuklinggau,”pungkasnya. (Adam)