oleh

Kasus Hibah KTNA Musi Rawas Berlanjut, Tunggu Hasil Audit BPKP

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Kasus dugaan korupsi dana hibah dari pemerintah Kabupaten Musi Rawas, untuk  Pekan Nasional (Penas) KTNA ke XVI di Padang, terus bergulir. Guna mengetahui ada atau tidaknya kerugian Negara, Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumsel.

Untuk itu, bertempat di Kejari Lubuklinggau, Selasa (8/6/2021), tim audit dari BPKP Perwakilan Sumsel, mulai melalukan pemeriksaan yang difasilitasi Kejari Lubuklinggau.

Dihadirkan Ketua Kontak Tani dan Nelayalan Andalan (KTNA) Musi Rawas (Mura), Catur Handoko.

Kepala Kejari Lubuklinggaun, Willy Ade Chaidir, melalui Kasi Pidsus Yuriza Antoni SH mengatakan belum ada tersangka dalam kasus dugaan penggunaan dana hibah secar fiktif tersebut.

“Saat ini masih pada tahap audit oleh BPKP, Kita berharap BPKP sesegera mungkin menyerahkan hasil audit dan bila ada kerugian negara, maka kita akan mencari siapa yang bertanggung jawab,” kata Yuriza, di Kejari Lubuklinggau, Selasa (8/6/2021).

Diketahui kasus dugaan korupsi ini mencuat dan dilakukan pemeriksaan karena menyangkut anggaran hibah KTNA Mura senilai Rp1, 075 miliar. Dana tersebut diperuntukan kegiatan Pekan Nasional (PENAS) 2020 di Sumatera Barat (Sumbar). Namun kegiatan tersebut batal digelar lantaran adanya Pandemi Covid-19, sementara uang hibah tesebut belum dikembalikan ke kas negara hingga saat ini.

Dalam perkara ini Ketua Kontak Tani dan Nelayan (KTNA) Kabupaten Mura Catur Handoko telah beberapa kali diperiksa penyidik untuk dimintai keterangan. Tapi masih sebagai saksi. (Sumeks.co.id)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel