Kasus Penganiayaan Mendominasi

Silampari Online

REJANG LEBONG – Selama tahun 2019, Polres Rejang Lebong menangani 317 kejahatan yakni untuk kejahatan konvensional sebanyak 268 kasus, kejahatan transaksional sebanyak 47 kasus dan kejahatan kekayaan negara sebanyak 2 kasus.

Muat Lebih

Hal ini diungkapkan Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat MUstika melalui Kabag Ops AKP Margopo didampingi Paur Humas Ipda A Gunawan dalam Konferensi Pers akhir tahun Polres Rejang Lebong, Sabtu (28/12).

Kasus paling menonjol pada 2019, yakni tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan. Selama periode Januari – Desember terjadi 45 kasus, diikuti tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebanyak 36 kasus.

Untuk tindak pidana pencurian dengan kekerasan terjadi sebanyak 11 kasus dan di tahun 2018 terjadi sebanyak 23 kasus. Kasus tindakan pidana anak dari tahun 2018 sebanyak 23 kasus naik menjadi 30 kasus di tahun 2019.

“Penyelesaian penanganan kasus ditahun 2019 ini secara presentase sebanyak 88,32 persen ini lebih tinggi dari tahun 2018 yang hanya 83,73 persen,” ungkap Margopo.

Kemudian tindak pidana pembunuhan paling menonjol terjadi di awal tahun yakni Januari 2019 dimana 3 orang warga dibunuh di Wilayah Suban, korbannya adalah Ibu dan 2 orang anaknya. Sedangkan peristiwa kedua yakni terjadi dibulan Desember 2019 yang terjadi pada tanggal (16/12) dimana korbannya seorang janda atas nama Hj Kartini Warga Kelurhan Sukaraja Kecamatan Curup Timur.

“Kasus pembunuhan di Suban, pelaku divonis dengan hukuman mati sedangkan untuk kasus Pembunuhan di Kelurahan Sukaraja, saat ini masih dalam tahap penyidikan,” bebernya.

Kabag Ops menyampaikan, untuk kriminalitas terutama tindak pidana pencurian dengan pemberatan maupun dengan kekerasan paling banyak terjadi antara pukul 18.00 WIB – 24.00 WIB sebanyak 69 kasus. Waktu kedua yang palin banyak terjadi tindakan kriminalitas yakni pagi hingga siang hari dimana terjadi 64 kasus.

“Lokasi tindakan kriminalitas paling banyak terjadi di pemukiman komplek perumahan sebanyak 105 kasus diikuti di jalan umum yakni terjadi sebanyak 53 kasus. Lokasi lain yang menjadi tempat kriminalitas yakni pasar dan toko, terjadi 19 kasus di ikuti masjid dan gereja sebanyak 2 kasus, kantor 7 kasus, tempat parkir 5 kasus,” kata Margopo.

Guna menekan angka kriminalitas di wilayah Rejang Lebong, Polres telah melakukan beberapa pendekatan baik dengan meningkatkan patroli rutin di jam-jam tertentu ke pemukiman maupun patroli di jalan raya.
“ Patroli ini sudah kita mulai dari tahun ini baik kepemukiman maupun di jalan lintas, kita juga melakukan tindak antisifasi dengan mendirikan pos kontainer diwilayah Lembak,”pungkasnya. (HS-06)