“Kawan Aku Nak Dibunuhnyo”

□Sidang Permohonan Pasangan HYD-HKS Berlanjut

Silampari Online,

Muat Lebih

EMPAT LAWANG – Sidang permohonan pembatalan SK KPU Kabupaten Empat Lawang, tentang penetapan pasangan calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Empat Lawang, yang diajukan pasangan H Yulizar Dinoto – H Kison Syahrin (HYD-HKS), kembali digelar Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Empat Lawang. 

Jika hari Sabtu (24/2), sidang yang beragendakan mendengarkan jawaban termohon atas penyampaian pemohon pada sidang sebelumnya dan penyerahan daftar saksi dan bukti. Pada hari Minggu (25/2) dimulai sekitar jam 11.30 WIB, sidang kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pemohon.

Ketua harian Tim Sukses pasangan HYD-HKS, Paradis Tanaka mengatakan, pada sidang permohonan yang diajukan pihaknya ini ke Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, ada sekitar 40 saksi yang pihaknya bakal hadirkan. 

“Untuk jadwal hari ini, saksi yang kita hadirkan datang dari 6 kecamatan, yakni Kecamatan Pendopo, Pendopo Barat, Ulu Musi, Lintang Kanan, Muara Pinang dan Sikap Dalam,” urainya.

Selanjutnya, pada sidang mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak pemohon hari kedua, Senin (26/2), pihaknya akan menghadirkan saksi-saksi dari Kecamatan Tebing Tinggi, Saling, Talang Padang dan Pasemah Air Keruh. “Saksi-saksi yang kita hadirkan ini, diharapkan dapat membuka semua kecurangan-kecurang selama pelaksanaan verifikasi faktual dukungan perbaikan lalu, yang menyebabkan Bakal paslon HYD-HKS di-TMS-kan,” imbuhnya.

Sementara itu, pada sidang mendengarkan saksi-saksi pada sesi pertama persidangan, 5 orang saksi dari pasangan HYD-HKS dari Kecamatan Ulu Musi dihadirkan. Pada sidang ini terungkap, pelaksanaan verifikasi faktual perbaikan berkas dukungan di salah satu desa dalam kecamatan itu, sempat terjadi dugaan pengancaman yang dilakukan oknum Ketua PPK kepada petugas penghubung (LO) pasangan HYD-HKS.

“Pada saat kawan aku atas nama Badri membawa banyak orang untuk verifikasi faktual, kawan aku itu nak dibunuhnyo oleh oknum anggota PPS itu. Dia (oknum PPS) mengancam, jika kamu datang lagi nak dibunuhnyo kato dio, kemudian sejak saat itu verifikasi faktual tidak ada lagi dan ditutup oknum tersebut dan dibilang, segala urusan dio tanggungjawab,” ungkap Mukti Ali, salah seorang saksi dari pihak pemohon, warga Desa Muara Betung Kecamatan Ulu Musi, di hadapan majelis sidang.

Di Desa Muara Betung, kata dia, ada 140 dukungan per KTP dan yang sempat diverifikasi faktual sebanyak 16 orang. Sejak adanya ancaman itu, tidak ada lagi kegiatan verifikasi faktual yamg digelar PPS setempat. “Ada juga yang hendak datang untuk mengikuti verifikasi faktual, itu diusir oleh oknum anggota PPS itu dan oknum tersebut bilang jika ada sesuatunya nanti, oknum tersebut bertanggungjawab,” ulang Mukti.

Kawannya yang bernama Badri ini kata dia, merupakan Tim sukses pasangan HYD-HKS, pengumpul KTP dukungan, banyak KTP yang berhasil dikumpulkan oleh Badri. Dirinya tidak tahu apa sebenarnya permasalahan mendasar hingga oknum anggota PPS melakukan pemgancaman terhadap kawannya yang bernama Badri tersebut.

“Saya hanya mendengar ucapan ku bunuh, ku bunuh itu saja, saya tidak tahu masalahnya. Tapi, yang aku dengar (oknum PPS) itu bilang, aku dak senang wak aku, bibi aku kau ambil KTP-nya. Kemungkinan (masalah KTP) itu,” tukasnya.

Sementara itu, usai sidang diskor waktu istirahat siang, Ketua KPU Kabupten Empat Lawang, Mobius Alhazan mengatakan, akan menghadirkan saksi sebanyak 40 orang juga pada saat sidang hari ke-5 yang rencananya digelar di lokasi yang sama, ruang sidang sekretariat Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, Selasa (27/2).

“Ada sekitar 40 saksi juga akan kita siapkan pada sidang mendegarkan saksi termohon hari Selasa nanti,” ucapnya. (HS-04)