Keberangkatan Haji 2021? Begini Tanggapan Kemenag Mura

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas (Mura) membocorkan skema penyelenggaraan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) untuk tahun 2021.

Bacaan Lainnya

“Untuk tahun 2020 lalu Pemerintah tidak mengizinkan haji keberangkatan haji akibat pandemi Covid-19. Namun, tahun  belum ada kepastian apakah Indonesia memberangkatkan calon jemaah haji atau tidak, lihat kondisi,”jelas Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kabupaten Mura, H Hermadi melalui Kasi Haji dan Umroh  Asror, Jumat (8/1/2021).

Dikatakannya, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi pada pemberangkatan haji 2021. Pertama, keberangkatan kuota haji normal 100 persen ini dapat dilakukan jika kondisi pandemi Covid-19 sudah dinyatakan aman dan Pemerintah Arab Saudi menerima Calon Jemaah Haji tahun 2021. Dimana, skenario ini mengasumsikan haji diselenggarakan dalam situasi resiko krisis relatif kecil yang ditandai perkembangan situasi berangsur kondusif dengan segala bentuk pelayanan di Arab Saudi.

Selain itu, alternatif kedua keberangkatan dengan pembatasan kuota, artinya calon jamaah haji yang sudah pasti memiliki nomor porsi keberangkatan 2021 jumlahnya akan berkurang. Dimana, pengurangannya nanti belum ada petunjuk teknisnya, apakah berkurang 20 persen atau bisa 50 persen.

“Bagi kami opsi kedua inilah yang sangat memberatkan karena pasti akan menimbulkan gejolak saat proses penyeleksian CJH, jika yang berangkat yang usianya muda pasti CHJ yang usianya sudah lanjut akan keberatan tidak diberangkatkan, nah jika yang berangkat CJH usia lanjut pasti akan rawan terkena Covid-19, jadi cukup berat memang untuk opsi yang kedua ini,”paparnya.

Terakhir, alternatif ketiga kemungkinan pembatalan keberangkatan, ini dapat terjadi jika Pemerintah Arab Saudi tidak membuka pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. Artinya Pemerintah kerajaan Arab Saudi menutup pintu bagi jemaah haji dari Negara manapun termasuk dari Indonesia. Sehingga sudah dipastikan Kemenag Indonesia mengambil keputusan untuk tidak mengirimkan jemaah haji karena alasan keselamatan. (Musyanto)