oleh

Kematian Kasus Covid-19 di Sumsel Mayoritas Lansia dan Kelompok Komorbit

Sumsel- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan tak menyangkal pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian tentang tingginya angka kematian kasus Covid-19 di provinsi itu. Hanya saja, kematian lebih cenderung didominasi lanjut usia dan kelompok yang memiliki penyakit komorbit.

Berdasarkan data di dinkes.sumselprov.go.id, kasus positif Covid-19 di Sumsel hingga 30 Maret 2021 tercatat 17.625 orang dengan kasus sembuh 16.554 orang (88,25 persen) dan kasus kematian sebanyak 842 orang atau 4,78 persen. Kasus positif terbanyak berada di Palembang yang berjumlah lebih dari separuh keseluruhan se-Sumsel.

Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nurainy mengungkapkan, kasus kematian mayoritas terjadi pada golongan lansia dan kelompok komorbit. Kondisi diperparah jika lansia tersebut turut memiliki penyakit komorbit seperti jantung, hipertensi, diabetes, gagal ginjal, dan lainnya.

“(Kasus) kematian kita terutama pada kelompok komorbid dan lansia,” ungkap Lesty, Rabu (31/3).

Sedari awal, kata dia, pihaknya terus berupaya menurunkan angka kematian dengan langkah 3T, yakni treatment, testing, dan tracing. Orang yang diketahui terpapar langsung dilakukan pemeriksaan dan dilanjutkan arahan isolasi mandiri atau dirawat jika bergejala.

Kemudian, tracing dilakukan bagi orang-orang yang kontak erat untuk memutus penyebaran. Langkah 3T terbukti mencegah penularan dan meminimalisir angka kematian.

“Treatment, testing, dan tracing, terus kami tingkatkan agar penemuan kasus dapat diketahui,” kata dia.

Dengan banyaknya kasus kematian akibat komorbit, dirinya mengajak setiap elemen masyarakat untuk meningkatkan imunitas dan mengetahui bahayanya penyakit tidak menular. Penyakit ini biasanya dialami kelompok lansia seiring menurunnya daya tahan tubuh.

“Sudah saatnya kita sadar dan peduli terhadap penyakit tidak menular yang sekarang sudah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia,” kata dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kepada Mendagri yang memberikan perhatian khusus bagi Provinsi Sumsel. Selain langkah 3T, pihaknya juga mengoptimalkan vaksinasi bagi dua pertiga penduduk Sumsel dalam rangka mencegah penyebaran virus dan mengurangi kasus kematian.

“Mudah-mudahan semua masyarakat Sumsel kebagian vaksin agar semua aktivitas ekonomi berjalan lancar seperti biasa dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. [fik] sumber : Merdeka.com