oleh

Kembangkan Perkebunan Plasma, PT BSC Gelar Konsultasi Publik Addendum Amdal

-Musi Rawas-187 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- PT Bina Saint Cemerlang (BSC) menggelar konsultasi publik addendum Analis Dampak Lingkungan (Amdal) terkait rencana pengembangan lahan usaha perkebunan plasma baru, perusahaan bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit tersebut di Hotel Dewinda Kota Lubuk Linggau, Selasa(23/02/2021). Dimana, konsultasi publik ini bertujuan menyampaikan rencana kegiatan perkebunan Plasma PT BSC.

“Jadi hari ini (kemarin) konsultasi publik ini lebih kepada menjaring saran pendapat atau dengan kata lain kita memantau dua arah kepada masyarakat untuk meminta saran pendapat rencana kegiatan tersebut,”jelas Konsultan Lingkungan, Maya kepada Silampari Online, usai acara tersebut.

Dikatakannya, dari hasil berbagai masukan saran pendapat dari masyarakat ini, nanti akan diakomodir dan akan dimasukan dalam pembahasanan amdalnya.  Adapun lokasi PT BSC tersebut ada di empat desa yakni Desa Sungai Pinang, Desa Semangus Baru, Desa Anyar dan Desa Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas (Mura).

“Sesuai dengan harapan masyarakat, nanti dalam kegiatan ini, tentunya pihak perusahan akan melibatkan masyarakat, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun dalam pelaksanaan perkebunan,”terangnya.

Menurutnya, untuk pengembangan perkebunan plasma PT BSC ini rencana seluas 1300 hektar dalam wilayah 4 Desa tersebut.

“Alhamdulilah kegiatan tersebut yang dihadiri Kepala Desa, Badan Perwakilan Desa ( BPD ) dan tokoh masyarakat berjalan dengan lacar, berjalan dengan baik sesuai yang kita harapkan bersama,”ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mura, Teddy Laszuardy melalui Kabid Tata Lingkungan Jalin menambahkan dilaksanakannya konsultasi publik yang dilakukan PT BSC ini karena adanya rencana izin lingkungan. Dimana sebelumnya sudah memiliki dokumen amdal. Sehingga,  berdasarkan peraturan yang ada, mengisayatkan sebelum dilakukan perubahan izin lingkungan terkait dengan perluasan lahan, pelaku usaha atau pihak perusahaan wajib mengajukan perizinan lingkungan.

“Nah, terkait dengan rencana PT BSC ini, pasalnya pada dokumen lama, ada yang belum terkaper didokumen lama masalah amdal ini,”tutur Jalin.

Terlepas dari itu, langka baik dilakukan oleh pihak perusahaan, ketika kegiatan ini dibuka, semua masukan dari masyarakat dapat disikapi yang nanti akan dikelola menjadi upaya pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan PT BSC. (Kris)