Kencing Manis juga Mempercepat Katarak

ilustrasi.foto net

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU –Puluhan warga masyarakat Kota Lubuklinggau mengalami penderita katarak. Puluhan penderita penyakit katarak tersebut data yang masuk di Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau yang terdeteksi dari data puskesmas ataupun rumah sakit.

Muat Lebih

“Tidak terlalu banyak. Lebih kurang 50 orang kebawahlah. Itu data yang terdeteksi dari Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Lubuklinggau, Kata Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Cikwi melalui Kabid P2PL, dr Jeanita Purba kepada Harian Silampari diruangan kerjanya, Rabu (9/10/2019).

Dikatakannya, Katarak itu adalah kondisi mata di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan. Penderita katarak akan merasa seperti melihat jendela berasap. Sebagian besar katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun lama kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pasien sulit menyetir, membaca dan melakukan aktivitas rutinnya.

“Penderita katarak ini rata-rata dialami orang dewasa usia 65 keatas. Tapi tidak tertutup kemungkinan anak-anak juga bisa terjangkit. Kalau anak-anak ini namanya katarak juvenil,” ungkapnya.

Ada beberapa faktor mempengaruhi katarak pertama bisa terjadi dari faktor keturunan. Jeanita mencontohkan, orang tuanya usia 40 tahun sudah katarak, kemungkinan anaknya pada usia 40 juga mengalami katarak. Selain itu, kata dia cacat bawa lahir, kencing manis juga mempercepat katarak. Jadi, ajaknya ketiga mengendarai motor harus menggunakan kacamata atau helm agar tidak terkena terbias oleh matahari, kemudian penderita itu pernah kemasukan debu lalu digarut.“Jika penderita katarak ini sudah parah dan tidak dilakukan operasi akan berdampak buta. Karena lensa matanya tertutup,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa operasi itu juga tidak bisa menjanjikan 100 persen, tapi lebih kurang 80 persen itu operasi berhasil. “Apalagi saat ini operasinya sudah memakai sinar laser,”ucapnya. Untuk tanda-tanda penderita katarak, sambung dia pandangan kabur seperti berkabut, warna di sekitar terlihat memudar, rasa silau saat mereka melihat lampu mobil, matahari atau lampu. “Dan mereka juga dapat melihat lingkaran di sekeliling cahaya, pandangan ganda, penurunan penglihatan di malam hari, sering mengganti ukuran kacamata,”pungkasnya.

LAPORAN : Aan Afriadi