Keroyok Jaksa Dihukum, Ketua HIPMI Hanya Dihukum 7 Bulan

Majelis hakim PN Lubuklinggau saat melakukan sidang via online, Selasa (19/5/2020).

Rahmawati : Kami Banding ke PT Palembang

SILAMPARI ONLINE,

Bacaan Lainnya

LUBUKLINGGAU-Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menghukum terdakwa Zarghifari, Ketua HIPMI Muratara selama 7 bulan kurungan, Selasa (19/5/2020). Dia terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 170 Ayat 2 ke-1 KUHP, yakni mengeroyok Jaksa di Kejari Lubuklinggau Agrin.

Vonis yang dibacakan majelis hakim itu diketuai Imam Santoso dengan hakim anggota Tatap Sitongkir, Ferdinando, Hendrayul Bonodikum, dibantu Panitera Pengganti (PP), Armen lebih ringan 7 bulan, dari tuntuntan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati. Sebelumnya JPU menuntut 2 tahun atau 24 bulan penjara.

“Setelah mendengarkan keterangan saksi saksi dan bukti yang terungkap serta pengakuan terdakwa, Kami berkesimpulan terdakwa terbukti bersalah dan dihukum 7 bulan penjara,” kata majelis hakim.

Adapun bahan pertimbangan meringankan, terdakwa mengakui terus terang, berlaku sopan dan tidak pernah dihukum. Sedangkan hal hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban luka.

Usai membacakan putusan, majelis hakim mempersilahkan kedua belah pihak menanggapinya, menerima atau naik banding.
Selanjutnya, terdakwa Zarghifahri menyerahkan pada penasehat hukum yakni Sambas san Sofyan.
“Kami menyatakan pikir pikir atas putusan majelis hakim,” tegasnya.

Sedangkan JPU Rahmawati, langsung menyatakan banding ke PT Sumsel di Palembang. “Kami naik banding atas putusan tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada pemberitaan sebelumnya seorang jaksa berinisial AG melaporkan Fari atas dupaan Pengeroyokan di tempat hiburan malam Ibiza Hotel Dafam, yang beralamat di Jalan H.M.Soeharto KM.12, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau.

Kejadian itu terjadi pada hari Kamis tanggal 23 November 2019, sekira pukul 01.00 WIB dini hari, atas kejadiaan tersebut Fari sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan No. SP.Kap/28/II/2020/Reskrim tertanggal 20 Februari – 21 Februari 2020.

Laporan : Nofi Ardiyanto
Editor : Agus