Ketua DPRD Mura 2019-2024, Azandri Geser Yudi Fratama

Azandri, Sekjen DPC PDI Perjuangan Musi Rawas

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai PDI Perjuangan mengesahkan sekaligus menetapkan Azandri sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) periode 2019-2024 mendatang.

Muat Lebih

Pengesahan tersebut tidak lepas dari capaian partai dengan lambang Moncong Putih tersebut sebagai partai pemilu dan memperoleh kursi terbanyak dalam perhelatan Pemilihan Legislatif (Pileg) di ‘Bumi Lan Serasan Sekentenan’.

Sementara di DPRD Musi Rawas Utara (Muratara), Efriansyah ditetapkan sebagai Ketua DPRD menyusul keluarnya surat dari DPP Gerindra yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umumnya, H Prabowo Subianto. Artinya Efriansyah akan dua priode menjabat sebagai Ketua DPRD Muratara. Dan tinggal selangkah lagi, Efriansyah akan dilantik dan diambil sumpah sebagai Ketua DPRD Muratara pada 30 September 2019 mendatang.

Soal itu, Efriansyah membenarkan. “Surat dari DPP Gerindra sudah diterima, dan sekarang tinggal menunggu pelantikan saja,” ucap Efriansyah dihubungi Minggu (15/9). Ia mengucapkan syukur kepada-Nya atas amanah diberikan, dan siap menjalankan dengan sebaik mungkin. Sekwan DPRD Kabupaten Muratara, H Saidi HZ membenarkan jika Efriansyah akan menjadi Ketua DPRD Muratara, sementara wakil ketua I dari Demokrat (belum diketahui namanya), dan Wakil Ketua II Devi Arianto dari PDIP. “Rekomendasinya dari DPP partai politik masing-masing, dan sudah kita terima. Insya Allah dilantik pada 30 September 2019 mendatang setelah adanya SK Gubernur Sumsel atas usulan Kepala Daerah,” imbuhnya.

Secara terpisah, Kader PDI Perjuangan sekaligus Calon Legislatif Terpilih (Calih), Azandri mengakui jabatan yang diberikan oleh partai terhadap ia untuk menjabat Ketua DPRD Mura melalui rapat yang dipimpin DPP pusat di salah satu Hotel Kota Palembang ini merupakan bentuk amanah yang tentunya harus ia dengan penuh tanggung jawab.

“Amanah yang diberikan ini setelah melalui proses mulai penjaringan sebagai anggota fraksi, fit and propertes dan rapat-rapat sebelum ditentukan oleh DPP. Untuk menilai siapa yang layak untuk memimpin jabatan sebagai pimpinan dewan,”jelas Azandri kepada Harian Silampari, Minggu (16/9).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, dalam memperoleh unsur Ketua pimpinan ini bukanlah merupakan suatu kompetensi dan persaingan internal partai. Melainkan, sebuah rotasi dan hal yang biasa suatu organisasi. “Jika didalam kedinasan ada rotasi Kepala Dinas. Namun, hal yang sama juga terjadi pada organisasi partai dan bukan suatu persaingan sesama kader,”terangnya.

Hanya saja, sebagaimana prinsip partai PDI Perjuangan yang berazazkan pancasila sebagai ideologius negara dan tentunya mengutamakan musyawarah dan mupakat. Sehingga, ketika nantinya ada perbedaan didalam pandangan maka tentunya harus diselesaikan. “Ketika ada masalah harus dikecilkan dan masalah kecil maka ditiadakan melalui musyawarah satu untuk semua dan semua untuk satu. Karena, ini lembaga ini adalah rumah rakyat yang harus menyuarakan suara-suara rakyat,”paparnya.

Terlepas dari itu, ia memastikan sebagai kader akan menjalankan amanah dengan menjaga marwah partai dan menjalankan amanah yang pro terhadap rakyat. Sehingga, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura untuk tetap membuat kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik sandang, pangan pendidikan dan kesehatan.

“Intinya apa yang kurang dan belum tersentuh ditengah-tengah masyarakat kita dorong Pemerintah untuk merealisasikannya guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera,”pungkasnya. (HS-03/HS-09)