Kopi Ananda Jual Bermacam Varian Rasa

Salah seorang karyawan Kopi Ananda sedang menyusun kopi yang sudah siap untuk di pasarkan, Selasa (14/1/2020).

SILALMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi juga merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica). Sebagai warga Lubuklinggau, tak ada salahnya mencicipi kopi produk asli Lubuklinggau yakni Kopi Bubuk Ananda, yang merupakan salah satu UKM aktif di Kota Lubuklinggau khususnya di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Muat Lebih

“Ada berbagai macam varian rasa yang kita jual di sini, antara lain yakni Wine Coffe, Kopi Jahe, Kopi Pinang Muda, Kopi Pasak Bumi, Madu Hutan Asli Ananda dan Madu Hitam,”kata Manager Oprasional Kopi Bubuk Ananda Yuzar Riva’I saat diwawancara Harian Silampari, Selasa (14/1). Masih kata Yuzar, untuk tahun 2020 ini pihaknya kan meluncurkan produk terbaru, tetapi buka jenis kopi melainkan gula durian, jadi kegunaan dari gula durian ini yakni tinggal tambahin kopi sehingga jadilah kopi rasa durian.

“Inspirasi munculnya gula durian ini, kita melihat orang membuat kopi durian, nah, mayoritas pengawetan durian ini memakai freezer, karena buah durian ini tahunan, jadi kalau tidak musim durian, yah, tidak ada duriannya,”unjarnya.

Lanjut Yuzar, dirinya sering memperhatikan buah durian ini kalau sudah di fermentasi maka bauknya akan berbeda, kalau disini orang sering mengatakan bauknya seperti tempuyak, apa lagi kalau freezer itukan sering mati lampu, nah, durian tadi bisa menjadi tempuyak. “Jadi pas dibuat kopi durian, aroma duriannya berbeda, karena sudah ada aroma-aroma tempuyak,”ucapnya. Yuzar menambahakan dari situ lah pihaknya mencoba membuat gula durian, adapun komposisinya itu terdiri dari gula dan buah durian yang disangrai sampai membentuk kristal-kristal. Jadi kalau mau membuat kopi durian tinggal masukan gula durian dan kopi sesuai selerah.

“Untuk harganya mungkin agak tinggi, karena proses dan harga durian sudah mahal, sehingga per seperempatnya itu Rp. 25.000,”jelasnya. Kalau untuk sementara ini baru di jual di gudang kopi bubuk ananda saja, karena baru uji coba dan sekarang baru dikemas, Ia juga mengatakan sejauh uji coba nya berhasil. Untuk kendala pembuatan gula durian ini ada di proses pembuatannya saat di sangrai. Karena durian di campur dengan gula itu menjadi kental dan keras sehingga untuk menjadi kristal-kristal seperti ini proses nya makan waktu 4 jam.

“Jadi bikinnya yang pertama itu seperti lempok selama 2 jam, kemudian dari lempok ke bentuk kristal ini 2 jam juga, oleh karena itu harganya tinggi disamping biaya oprasionalnya,” ungkapnya.

Pihaknya akan selalu berusaha untuk mencoba dan berinovasi untuk membuat sesuatu itu yang belum pernah ada di Kota Lubuklinggau maupun di Nasional. Ia berharapa ke pada pemerintah semoga kedepannya nanti bisa membangun gedung untuk menampung produk-produk UKM ini bisa di pacak di sana. “Siapapun pengunjung yang kelinggau pasti akan mampir kesana agar mereka bisa membeli oleh-oleh khas dari Kota Lubuklinggau,” harapanya.

Ia juga menambahkan kalau bisa di Kota Lubuklinggau ini kedepannya nanti bisa membuat suat event atau kontes kopi yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli dan lebih meningkatkan nama kopi dari Kota Lubuklinggau. “Kalau bisa event ini mulai dari tingkat Kota/Kab, terus ke tingkat Provinsi dan akhirnya ke tingkat Nasional, sekaligus mendukung program Pak Wali, ayo ngelong 22222,”pungkasnya.

Penulis : Adi Arianza
Editor : Agus Hubya H