KPU Bolehkan Masker dan Handsanitizer jadi APK

FOTO: INDRA/OKUTIMURPOS
SOSIALISASI:

SILAMPARI ONLINE,– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten OKU Timur memperbolehkan masker dan Handsanitizer menjadi salah satu Alat Peraga Kampanye (APK) dalam tahapan Pilkada serentak 2020.

Bacaan Lainnya

Hal ini berdasarkan PKPU Nomor 10 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Komisi Pemilihan umum Nomor 6 tahun 2020, tentang pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid-19.

Demikian dikatakan Ketua KPU OKU Timur Herman Jaya, S.Sos.I saat menggelar sosialisasi PKPU Nomor 10 tahun 2020 bersama Pemkab OKU Timur, Bawaslu, Partai Politik, Forkompimda dan perwakilan tim pemenangan paslon Cabup dan Cawabup OKU Timur, yang berlangsung di Aula Bina Praja, Pemkab OKU Timur, belum lama ini.

“Jika selama ini KPU yang mencetak APK untuk kampanye paslon, namun saat ini paslon boleh mencetak APK sendiri berupa alat perlindungan diri (APD), seperti masker, sarung tangan dan cairan handsanitizer,” ujarnya.

Pelaksanaan Pilkada tahun ini 2020 berlangsung ditengah Pandemi, untuk itu KPU menekankan agar peserta Pilkada benar-benar mempedomani Protokol Kesehatan, termasuk saat massa kampanye berlangsung.

“PKPU Nomor 10 tahun 2020 ini juga mengatur jumlah massa saat ada pertemuan dan kampanye. Jika untuk rapat terbatas maksimal 50 orang dan untuk rapat umum maksimal 100 orang,” katanya.

Dirinya menambahkan, bahan kampanye berupa APD dan lainnya sudah harus distribusikan pada minggu kedua bulan November 2020. Selain itu diharapkan APK berupa APD yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat saat kampanye dapat turut membantu mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
“Kita berharap agar APK berupa APD tadi, dapat turut membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya Kabupaten OKU Timur,” tambahnya.

Sementara, Ketua Bawaslu OKU Timur Ahmad Gufron melalui Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Benny Tenagus menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal tahapan Pilkada 2020 hingga selesai.

Bahkan tidak hanya saat tahapan secara teknis, tapi juga mengenai protokol kesehatan. “Kami menekankan kepada jajaran mulai dari desa dan kecamatan dalam melaksanakan tugas pengawasan pada setiap tahapan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya. (inz).