Kunjungi Tiga Mitra UMKM, Dirut BSB, Achmad Syamsudin : Siap Bangun UMKM Lubuklinggau

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGA
U – Setelah mengunjungi Industri Kecil Menengah (IKM) Pesona Indah Batik di Desa Biaro, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara. Kemarin (27/7) Direktur Utama Bank Sumsel Babel (Dirut BSB), Achmad Syamsudin didampingi Istri juga mengunjungi langsung tiga tempat mitra binaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bank Sumsel Babel Cabang Lubuklinggau yakni UMKM Durian Abang Ais, Lapis Aren dan AA Tahu di Kota Lubuklinggau.

Dan diikuti juga Pemdiv SKH, Normandy Akil, Pemdiv Kredit, Linda Hairani, Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Lubuklinggau, Amrul Muslimin, Wapincab Bid Operasional, Guntara Syahtiar, Wapincab Bid Pelayanan, Mgs. M. Nazori, Pincapem Pasar Atas, Beni Agus Marwan, Pincapem Muara Beliti, M. Effendi, Pincapem Megang Sakti, Apriyanto, Pincapem Tugumulyo, Iman Budi Setiawan, Pincapem Muara Rupit, Anton Saleh Mangkuanom, Pincapem Bingin Teluk, M. Sulistiono.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kemarin tersebut dimulai dari UMKM Durian Abang Ais berlokasi di Jalan, Lapis Aren Lubuklinggau, berlokasi di Jalan Lapter Silampari, Kelurahan Air Kuti, depan SMK Pertanian dan AA Tahu berlokasi di Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dari setiap kunjungan tersebut dirut langsung disambut baik oleh masing-masing ketiga Owner usaha tersebut.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel (Dirut BSB), Achmad Syamsudin ketika mengunjungi UMKM Durian Abang Ais mengatakan intinya Packaging dan branding yang usaha seperti ini harus dipatenkan, karena ini merupakan suatu trobosan usaha yang bisa dipasarkan kepada masyarakat sekitar maupun diluar Kota Lubuklinggau.

Lanjut Achmad Syamsudin, pihaknya siap membantu apa yang dibutuhkan UMKM agar bisa berkembang, intinya Bank SumselBabel siap membangun UMKM masyarakat. Ia juga mengatakan dirinya sangat bangga dan salut melihat pemilik usaha Durian Abang Ais ini dikembangkan oleh anak-anak muda yang mempunyai semnagat untuk memajukan komoditi lokal seperti durian ini dengan produk turunan yang juga sangat berkualitas seperti pancake durian ini.

Sementara itu Owner Durian Abang Ais, Imam Senen didampingi istri Kolbiya dan anaknya Eryna Noorwanrisha menambahkan produk yang dikeluarkan oleh usaha Durian Abang Ais miliknya ini baru dikembangkan mulai dari awal Januari 2020 kemarin. Jadi awalnya ini yang dikembangkan hanya durian kupas dan daging durian, kemudian barulah pancake durian dan akan dilanjukan pembuatan kue koja serta seluruh makanan olahan durian mau akan dikembangkan.

Lanjut Eryna, untuk sejauh ini peminat dari makanan olahan durian yang dikembangkan oleh dirinya ini sudah banyak sekali diminati oleh masyarakat baik itu dari Kota Lubuklinggau sendiri maupun dari daerah luar seperti di Jakarta dan pulau Jawa. Ia juga mengatakan selain mengembangkan usaha ini sendiri, sudah banyak juga resellernya baik itu di Jakarta, Bengkulu, Jogja, Bogor dan Lampung.

Eryna mengucapkan terima kasih kepada Bank Sumsel Babel yang mana Dengan adanya program mitra binaan Bank Sumsel Babel ini bisa membuat proses perkembangan usaha miliknya ini semakin berkembang.

Selanjutnya, Owner Lapis Aren Lubuklinggau, Fadhilla Ramadanti bersama suaminya, Dona Ari Aprianto menambahkan usaha yang ia milikinya ini dirintis sejak awal tahun 2019 lalu secara otodidak bersama sang suami Dona Ari Aprianto. “Awalnya itu ada keinginan kami untuk menghadirkan oleh-oleh yang baru dari Lubuklinggau. Sebab, menurut kami, Lubuklinggau punya potensi wisata yang besar dan belum terlalu banyak oleh-oleh khasnya, “tuturnya.

Fadhilla menjelaskan dengan adanya dukungan penuh dari Bank Sumsel Babel mulai dari konsultasi bisnis sama bimbingan mitra UMKM. Pihak Bank Sumsel Babel juga kooperatif mau kunjungan langsung ke UMKM di Kota Lubuklinggau. ia juga menagatakan pihak Bank Sumsel Babel juga menyarankan tetap semangat dalam berbisnis di masa Covid-19. Dan pihak Bank Sumsel Babel pun siap mensupport UMKM demi kemajuan Kota Lubuklinggau.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Direktur Utama Bank Sumsel Babel beserta rombongan yang sudah mampir kesini dan memborong semua hasil produk Lapis Aren Lubuklinggau,”ucapnya.

 

Kemudian Owner AA Tahu, Darmawan menambahkan usaha dimilikinya ini dimulai sejak tahun 1996 yang mana ini merupakan usaha turun menurun oleh orang tuanya. Ia juga mengatakan selain disini ada empat pabrik tahu lagi pecahan dari sini yakni pabrik tahu di Margamulya, Jayaloka, Mesat dan Ketuan.

Darmawan menjelaskan usaha miliknya ini sudah bermitra dengan Bank Sumsel Babel ini sejak tahun 2015 sampai saat ini. Ia juga mengatakan untuk produksi sehari dari pabriknya ini habis sekitar lima karung lebih atau kurang lebih 2,5 pikul. Lanjut Darmawan untuk pemasaran tahu hasil dari produksinya ini di pasarkan ke pasar megang dan pasar inpres. Ia juga mengatakan tahu yang di produksinya ini hanya khusus untuk tahu goreng saja dengan setiap harinya lebih kurang 500 biji tahu yang dipasarkan oleh pihaknya.

Darmawan juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan Direktur Utama Bank Sumsel Babel dan Istri beserta Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Lubuklinggau dan rombongan yang telah berkunjung untuk melihat-lihat usaha tahu yang dimilikinya. Dirinya sangat bersyukur dengan adanya program mitra binaan Bank Sumsel Babel ini, karena bisa membantu perkembangan usaha miliknya dari tahun 2015 sampai saat ini.(Fyh)