oleh

Kurir 2 Kg Sabu Terancam Lolos Hukuman Mati

Silampari Online 

PALEMBANG- Terdakwa kasus kurir narkotika lintas Provinsi jenis sabu seberat 2 Kilogram (Kg) dan 4.862 butir ekstasi bernama Putri Dewi Lestari (36), warga Jl Dwikora Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terancam lolos dari pidana mati.

Pasalnya, dalam gelar sidang yang digelar Rabu (19/5/2021) kemarin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Bravo Swastika melalui sidang secara virtual di hadapan majelis hakim Touch Simanjuntak SH MH mengganjar terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun.

Menanggapi hal itu, terdakwa melalui penasihat hukum Djurnelis SH dari Posbakum Madin Palembang mengatakan tuntutan hukum terhadap kliennya tersebut jika menurut fakta persidangan dirasakan memang telah berkesesuaian dengan perbuatan.

“Namun kami akan tetap melakukan upaya hukum pembelaan berupa pledoi bagi klien kami dimana hal itu akan kami sampaikan baik secara tertulis maupun lisan pada persidangan mendatang,”jelas Djurnelis dikonfirmasi Kamis (20/5/2021).

Ditambahkan juga, perkara tersebut merupakan perkara terpisah dimana ada satu terdakwa lainnya bernama Mira alias Madam yang disinyalir sebagai orang yang menyuruh terdakwa dengan diimingi upah.

“Klien kita memang mengakui baru menerima upah sebesar Rp5 juta dari jumlah Rp20 juta, sementara rekannya Mira kemarin sudah divonis majelis hakim dengan pidana penjara selama 18 tahun,” jelas Djurnelis

Dijelaskan Djurnelis bahwa penuntut umum mengganjar terdakwa karena terbukti secara sah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara itu dari fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Putri bersama saksi Mira Novita alias Madam (berkas terpisah), pada 21 November 2020 Pukul 21.00 Wib, di Rest Area Km 277, Desa Sungai Rotan Mulya, Kecamatan Rotan Mulya, OKI.

Telah melakukan transaksi jual beli barang haram narkotika golongan 1 bukan jenis tanaman, merek Guan Yin Wang. Paket satu seberat 968,28 gram sabu senilai Rp900 juta lebih dan paket kedua seberat 998,04 gram sabu senilai Rp900 juta lebih. Serta 4862 butir ekstasi logo UPS warna biru.

Dimana pada tanggal 19 November 2020 terdakwa Putri, ia berada di rumah saksi Mira alias Madam, menawarkan terdakwa Putri untuk mengirimkan paket sabu dan ekstasi ini ke seseorang yang berada di Mesuji, OKI

Saksi Mira alias Madam mendapat barang haram ini dari daerah Rumbai, Desa Uban Sari, Pekan Baru, Provinsi Riau. Selanjutnya saksi Mira memesan travel jurusan Pekan Baru-Jambi, dengan janji upah Rp20 juta, namun baru dibayar Rp5 juta sebagai ongkos jalan dan dilunasi usai transaksi.

Pada 20 November 2020 Pukul 12.00 Wib, terdakwa Putri menelpon saksi Mira telah sampai di Jambi, kemudian akan bertolak ke Palembang. Selanjutnya berangkat lagi menggunakan mobil travel menuju Palembang.

Kemudian terdakwa Putri bersama saksi Helman berangkat menuju Mesuji OKI untuk mengantarkan barang haram ini. Selagi di Rest Area 277, Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rotan Mulya, mobilnya dihentikan saksi Afriadi, saksi Romi, saksi Ahmad Kurni merupakan anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel. Dengan 2 paket jumbo sabu dan ribuan ekstasi di dalam mobil ditemukan.

Dari pengembangan petugas BNNP Sumsel kemudian meringkus saksi Mira di Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut Mira barang haram itu milik Tengku Zaini yang kini jadi buronan polisi. (Sumeks.co)