Lapas Banyuasin Adakan Pelatihan Kemandirian

Silampari Online,

Bacaan Lainnya

BANYUASIN– Lembaga Permasyarakatan(LAPAS) kelas IIA Banyuasin menyelenggarakan kegiatan pelatihan kemandirian tahun anggaran 2020. Bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja( BLK) Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan yang dilaksanakan, Selasa (25/2/2020)di aula Lembaga pemasyarakatan dimulai dari pukul 10.00 sampai 11.30 WIB.

Kegiatan pembukaan pelatihan kemandirian dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Ronaldo De vinci Talesa, A.md, SH, MM diwakili Kasubag Tata Usaha, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Kepala Dinas Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyuasin dan 40 perwakilan dari seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang menjadi peserta pelatihan kemandirian.

Kalapas Kelas IIA Banyuasin diwakili Kasubag TU Hardiman menyampaikan, maksud dan tujuan penyelenggaraan pelatihan agar tercipta sumber daya manusia khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan yang bermanfaat, berilmu, berakhlak dan berguna untuk diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara. 

“Kerja sama ini telah berlangsung dalam 2 (dua) tahun terakhir, dan ini merupakan tahun ketiga kerja sama Lapas Banyuasin dengan BLK Banyuasin. Kita semua berharap semoga kelak warga binaan setelah bebas mampu bekerja dimasyarakat sebagai manusia yang terampil dan mandiri,” katanya

Kepala Balai Latihan Kerja Muhammad Choldi dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam satu tahun ke depan, Lapas Banyuasin akan mendapat 22 paket pelatihan yang dibagi dalam beberapa bidang di antaranya; Perkebunan, Pertukangan Kayu dan Batu, Perikanan, Pangkas Rambut, Mengelas, Menjahit, Otomotif, dan sebagainya.

“Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan pelatihan kemandirian ini warga binaan bisa menyerap, memanfaatkan dan mengikuti pelatihan sebaik mungkin,” kelasnus.

Selain itu, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banyuasin Ahmad Fausan Apriyansyah mengatakan, pelatihan-pelatihan yang diberikan ini merupakan bagian dari resolusi pemasyarakatan. Warga Binaan berhak mendapat bekal kemandirian sehingga kelak ketika kembali ke masyarakat menjadi manusia yang berguna.

“Kita berikan kesempatan kepada warga binaan yang telah mencapai 2/3 masa pidana untuk mendapat pelatihan ini. Sebelumnya sudah kita seleksi dan analisis program apa saja yang cocok untuk diberikan kepada masing-masing WBP tersebut,” jelasnya

Defrianto, sebagai Tahan Pendampin(Taping), dengan ada nya pelatihan kemandirian dari Lapas dan BLK ini sangat banyak manfaatnya , warga binaan mendapatkan keterampilan Pertukangan, menjahit. Gunting Rambut. Membuat Sandal serta keteràmpilan yang lain.
” Sudah banyak karya- karya warga binaan ini terjual dibeli oleh keluarga pengunjung, kita berharap karya warga binaan ini ada yang menampung lebih banyak. Serta ada yang membantu sebagai pemodal,” ungkapnya.(heri)