Lapas Banyuasin Terima Evaluasi TPI

SILAMPARI ONLINE BANYUASIN– Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Banyuasin menjalani tahapan evaluasi Penilaian Satuan Kerja Berpredikat Menuju WBK/WBBM di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan. Kegiatan dilaksanakan. Rabu (13/05/2020),
di Ruang Rapat yang menjadi Sekretariat Zona Integritas WBK/ WBBM Lapas Kelas IIA Banyuasin melalui Video Conference dengan Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI. Hal ini setelah Lapas Kelas IIA Banyuasin telah dinyatakan lulus verifikasi penyampaian berkas oleh tim verifikator.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan oleh TPI dilanjutkan dengan penampilan video Yel-yel pembangunan Zona Integritas (ZI), lalu video profil Lapas Kelas IIA Banyuasin, setelah itu video pemaparan progres pembangunan ZI di Lapas Kelas IIA Banyuasin dan selanjutnya diakhiri dengan Tanya jawab TPI Itjen Kemenkumham RI dengan Tim Pokja Lapas terkait evaluasi komponen pengungkit 6 area perubahan yang meliputi Manajemen Perubahan, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penataan Tata Laksana, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, dan Peningkatan Pelayanan Masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Kalapas Kelas IIA Banyuasin, Ronaldo Devinci Talesa, berdasarkan surat dari Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan Nomor : W.6.OT.03.01-0011 Lapas Banyuasin menjadi salah satu satuan kerja yang diusulkan untuk memperoleh predikat WBK/WBBM. Ia mengatakan bahwa pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM bukan hanya suatu kewajiban instansi, akan tetapi juga merupakan Langkah untuk selalu membenahi kekurangan demi terciptanya Lembaga Pemasyarakatan yang profesional dalam memberikan pelayanan.

“Dalam membangun ZI ini kita melibatkan semua pihak, mulai dari petugas, WBP dan juga masyarakat. Kami berkomitmen melaksanakan 6 area perubahan yang dicanangkan guna meningkatkan pelayanan publik, sistem kelembagaan hingga integritas kinerja dari tiap – tiap pegawai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Devin sapaan akrabnya menambahkan bahwa dirinya yakin Lapas Banyuasin dapat memperoleh predikat WBK/WBBM mengingat sudah banyak inovasi yang telah dilaksanakan, mulai dari peningkatan teknologi informasi untuk kemudahan pelayanan warga binaan dan masyarakat, peningkatan integritas kinerja kepada pegawai, hingga penataan gedung Lapas yang dilakukan secara berkala.

“Saya tegaskan kepada seluruh pegawai Lapas Banyuasin untuk terus berbenah, mempertahankan dan meningkatkan layanan sesuai dengan 6 area perubahan, sehingga kita dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat, kami berkomitmen akan melayani dengan sepenuh hati tanpa ada sedikitpun bentuk gratifikasi dan korupsi,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal, Handityo Nugroho menyampaikan apresiasinya atas kinerja dan capaian Tim ZI Lapas Kelas IIA Banyuasin.

“Kami melihat secara umum data dukung yang dilampirkan sudah baik, walaupun ada beberapa catatan yang harus diperbaiki dan dilengkapi. Masih ada waktu untuk Lapas Kelas IIA Banyuasin untuk berbenah. Kami berharap bahwa kegiatan tidak selesai hanya pada hari ini, proses masih sangat panjang. Semoga Lapas Kelas IIA Banyuasin mampu memperoleh predikat WBK/WBBM,” harapnya.(heri)