Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional


Silampari Online
– Demi meningkatkan dan memelihara rasa Nasionalisme di dalam diri Petugas dan Warga Binaan khusus nya Narapidana Terorisme , Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional.
Dua diantara Tiga Narapidana kasus terorisme di Lembaga Permasyarakatan di Lubuklinggau akhirnya bisa menghirup udara bebas kembali.dalam ucapan kesadaran nilai nasionalisme ini ,sebagai Inspektur Upacara yakni Kepala Seksi Pembinaan, Hardiman dan dihadiri oleh Kalapas beserta jajaran
Dalam pesannya saat upacara Hardiman menjelaskan tujuan dilaksanakan nya upacara Hari Kesadaran Nasional ini adalah untuk meningkatkan menjaga marwah dan rasa Nasionalisme kita begitu juga berkesinambungan dengan misi dan visi Lapas Lubuklinggau untuk meraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)
Sementara itu Bapak Imam Purwanto Selaku Kalapas kepada awak media selepas upacara rutin dilapangan Lapas Kota Lubuklinggau.
Mengatakan keterlibatannya dalam upacara kesadaran Nasionalisme yang diadakan satu bulan sekali di lapas ini untuk mengenang maupun mengingat jasa para pejuang dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda.
Mulai dari nilai-nilai pancasila, mereka harus bisa dan paham dengan apa itu berpancasila serta berprikehidupan di dalam lembaga yang baik. Kemudian juga mereka harus paham dengan namanya peraturan baris berbaris (PBB), sehingga setiap bulan secara bergantian mereka melaksanakan kegiatan Upacara Kesadaran Nasional ungkapnya

Seluruh warga binaan di lapas ini melakukan upacara kesadaran Nasionalisme yang bertujuan supaya mereka mengerti apa itu sejarah-sejarah perjuangan Bangsa ini, selain menanamkan nilai-nilai pancasila kepada warga binaan, tujuan dilaksankannya kegiatan Upacara Kesadaran Nasional ini juga melatih para pejabat struktural baik eselon IV dan V untuk menjadi pemimpin. “Ketika mereka berhadapan baik itu dengan masyarakat umum, apa lagi khusus kita di Lapas kita harus belajar. Sehingga mereka bisa menyampaikan hal-hal yang biasa dalam artian biasa ini artinya yaitu SOP yang ada disini,”jelasnya.

Bacaan Lainnya

Beliau menyampaikan ada tiga (3) narapidana yang terlibat terorisme, namun dua (2) diantaranya sudah merdeka, satunya masih terlalu radikal Jelasnya
Dua nama narapidana terorisme tersebut : Sukendar als Jundullah Bin Seno Handoyo (39th) dengan Tindak Pidana 226 KUHP, Lama Pidana empat (4) tahun. Dan Hendrik Syafran, S.Pd als Erik Syafran (33th) Tindak Pidana 15 Jo Pasal 7 UU RI Nomor 15 Tahun 2003, Lama Pidana 2 Tahun 4 Bulan.
Kedua narapidana ini sudah kita tanamkan didalam dirinya arti Nilai-nilai Pancasila, Norma, Budaya, serta kita tanamkan arti dari mencintai Bangsa Indonesia ini dan jangan sampai ketika mereka dibebaskan nanti kembali terulang dalam kisah suramnya, semoga harapan kedepannya dapat diterima dikalangan masyarakat serta dapat kembali hidup seperti orang-orang normal pada umumnya yang dapat beraktifitas seperti biasa Tegasnya.
Jurnalis : Ardiansyah