Lapas Lubuklinggau Mendadak Digembok, Ini Dilakukan Kalapas

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU-Seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Indonesia serentak melaksanakan tes urine. Tak terkecuali di Lapas Klas II A Lubuklinggau. Pelaksanaannya dipusatkan di Aula Lapas Klas II A Lubuklinggau, Jumat (11/10/2012).

Muat Lebih


Sebelumnya 57 dari 67 pegawai Lapas Klas II A Lubuklinggau melaksanakan tes urine, pagi sekitar pukul 07.30 WIB, Kalapas Imam Purwanto langsung memerintahkan kepada petugas jaga (Sipir, red) menutup pintu masuk dan dikumpulkan semua pegawai di Aula untuk diberikan arahan. Setelah terkumpul, barulah Kalapas bersama Kepala BNN Kota Lubuklinggau diwakili Apandi memberikan arahan bahwa diadakan tes urine secara mendadak dan serentak se Indonesia.


Tes urine diawali Kalapas Imam Purwanto dan dicek ternyata hasilnya negative atau bebas dari Narkoba. Selanjutnya diikuti seluruh pegawai secara tertib dan teratur satu persatu.
Usai tes urine, Kalapas Imam Purwanto kepada Silampari Online mengatakan, kegiatan tes urine ini merupakan salah satu dalam rangkaian menyambut Hari Dharma Karyadhika ke 74 Tahun 2019 dan merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor : PAS-126.PK.02.10.01, tanggal 4 Februari 2019 tentang Langkah-Langkah Progresif dan Serius Upaya Pemberantasan Narkoba serta sebagai wujud keseriusan komitmen Pemasyarakatan perang melawan Narkoba.

“Kami diperintahkan untuk melakukan kegiatan tes urine bagi petugas Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara serentak pada: Hari/Tanggal : Jumat/ 11 Oktober 2019 Jam : 08.00 – sampai selesai,” ungkap mantan Kalapas Probolinggo ini.
Lanjut pria yang hobi olahraga tenis lapangan itu, pihaknya menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau untuk melaksanakan pengujian sampel urine, apakah positif atau negative mengandung Narkoba.
“Tujuan tes urine mendadak ini sebagai wujud sebagai wujud keseriusan komitmen Lapas Klas II A Lubuklinggau dalam memerangi dan melawan Narkoba. Saya yakin seluruh pegawai negative, hal ini berdasarkan kasat mata bahwa tidak terlihat pegawai yang memiliki ciri ciri mata cekung, gelisah, keringat dingin dan berbicara melantur,” tuturnya.
Dari 67 pegawai yang melaksanakan tes urine sebanyak 57 orang, jadi sisa 10 orang lagi sudah meminta izin atau cuti dan sebagian nanti sore menyusul melaksanakan tes urine. “Bila sore tidak juga tes urine, saya perintahkan ke BNN,” tegasnya.
Bagi yang kedapatan hasil negative, sambung dia, pihaknya akan melakukan pembinaan dan menyerahkan prosesnya ke Kemenkumham Sumsel. “Sebab bagi pegawai yang positif narkoba, dengan tegas akan dikenakan sanksi,” tandasnya.

Laporan : Agus Hubya Handoyo