Lestarikan Keberadaan Aksara Ulu, Disdikbud Lakukan Ini

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau melalui bidang kebudayaan melaksanakan kegiatan pelatihan Aksara Ulu diikuti para dewan guru SD,SMP, MGMP IPS Terpadu Kota Lubuklinggau dan generasi muda yang tergabung dalam komunitas pencinta sejarah dan budaya bumi silampari, serta kader pelestari budaya batu urip.

Muat Lebih

Kegiatan ini dilaksanakan 23-24 Oktober lalu di ruang rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau, dibuka oleh Kadisdikbud Lubuklinggau Tamri melalui Sekretaris Disdikbud Rudi Erwandi.

Dalam sambutanya, Disdikbud sangat mendukung kegiatan pelatihan ini dan berharap setelah pelatihan para peserta dapat menulis dan membaca aksara ulu dan pada akhirnya dapat membaca naskah naskah kuno sehnigga mampu memahami kandungan isi atau nilai-nilai yang terkandung didalam naskah kuno yang bertuliskan aksara ulu atau Ka GA Nga.

“Pada Akhirnya kita berharap, aksara ulu dapat diterapkan dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah,”ujar Rudi.

Sementara itu Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Lusiana yang juga PPTK acara pelatihan mengungkapkan pelatihan ini mengangkat tema “Mengenal dan Belajar Aksara Ulu Dalam Upaya Melestarikan Naskah Masyarakat Asli Sumatera,” ucapnya.

Tujuan pelatihan, upaya mengangkat keberadaan Aksara Ulu, mengenalkan kepada generasi muda melalui tenaga pendidik di Wilayah Kota Lubuklinggau. Melestarikan keberadaan Aksara Ulu sebagai bukti tulis yang berkembang di Sumatera Selatan khususnya di Kota Lubuklinggau dan mendorong untuk menjadikan aksara ulu sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah di Kota Lubuklinggau.

Untuk narasumber, panitia mendatangkan 2 dari lokal dan 2 dari luar yakni dari Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Selatan Ira Miryani  Sustianingsih,S.Pd,M.Hum menyampaikan materi bagaimana merancang agar aksara ulu dapat dijadikan muatan lokal. Kemudian, Manuskrip naskah aksara ulu untuk Kota Lubuklinggau disampaikan Drs Suarman. Penggunaan aksara ulu dalam dunia pendidikan disampaikan narasumber Drs H Suwandi Syam, M.Pd. dan Pemateri terakhir yakni Drs A Rapanie Igama, M.Si mengajarkan bagaimana cara menulis aksara ulu berikut tanda bacanya dan membaca kata demi kata yang tertulis dalam naskah kuno seperti naskah kuno dari kulit kayu, potongan bambu dan tanduk kerbau.

“Tradisi surat/naskah ulu Sumatera Selatan sudah menjadi warisan budaya tak benda Indonesia dengan sertifikat WBTB dari kementerian pendidikan dan kebudayaan tahun 2018. Mempelajari dan melestarikan aksaraulu/Ka Ga Nga merupakan bagian dari upaya memahami budaya masa lalu kita untuk keperluan pembangunan identitas dan karakter bangsa dimasa kini dan mendatang,” beber Lusiana.

Laporan : Elpan

Editor     : Agus Hubya