Listrik Padam Akibat Gangguan Peralatan Sulit Terdeteksi

<strong>PERBAIKAN :</strong> Petugas PLN ULP Lubuklinggau, Senin (7/1) sedang memperbaiki jaringan listrik di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I sekitar pukul 10.00 WIB yang mengalami gangguan. Hingga mengakibatkan terjadinya pemadaman aliran listrik selama tiga hari terakhir di kawasan Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.

Silampari Online,

WATERVANG-Manager PT PLN (Persero) UP3 Lahat ULP Lubuklinggau, M Rizal Alfian menyampaikan permohonan maaf terkait adanya padam listrik selama tiga hari belakangan ini. Manager muda ini menegaskan padam listrrik tentu tidak diinginkan dari pelanggan PLN, lebih lagi pihak PLN karena akan mengurangi penjualan listrik ke konsumen.

Muat Lebih

“Perlu kami gambarkan uraian ketika adanya padam listrik diakibatkan oleh gangguan. Di mana gangguan bisa disebabkan eksternal seperti pohon/tanam tumbuh, laying-layang, hewan atau tiang tertabrak kendaraan. Gangguan ini jelas bisa diketahui secara visual, dan segera bisa diatasi. Kemudian ada lagi disebabkan internal. Yakni kerusakan peralatan sendiri. Ada banyak komponen peralatan yang dipasang untuk memastikan listrik dialiri secara lancar. Isolator (tempat menopang kabel diatas tiang), Arrester (anti petir), dan banyak lainnya,” jelas Rizal, sapaannya dalam siaran persnya, Senin (7/1). Namun, Rizal menyebutkan dua item ini yang sulit diketahui. Apakah kondisi peralatan tersebut masih baik atau tidak. Terjadi dengan gangguan seputaran simpang RCA sampai dengan Watervang, siang tadi (kemarin, red) sudah selesai pencarian deteksi gangguan, yaitu peralatan Arrester (anti petir), sulit dideteksi karena tidak bisa dilihat secara visual. Untuk mengetahui harus diukur menggunakan tahanan tembus isolasi pada setiap masing-masing gardu terpasang, makanya metode mendeteksi juga harus memadamkan jalur-jalur daerah yang terkena imbas, seputaran Simpang RCA sampai dengan Taba Jemekeh. Ada 1 titik dari 11 titik yang diduga terjadi kerusakan, sementara belum diukur untuk mengetahuinya, karena kita fokus untuk penormalan dulu,” papar Rizal dengan panjang lebar.

Lebih lanjut Rizal menyatakan terjadinya kerusakan juga disebabkan beberapa faktor. Yakni usia peralatan, kerja alat yang sering dihantam pentir mengakibatkan lama kelamaan Arrrester tersebut memiliki nilai tahanan isolasi yang lebih rendah. “Kira-kira demikian keterangan teknisnya,” ucapnya.

Sekali lagi, Rizal mohon maaf atas padam belakangan yang sama-sama tidak kita harapkan. “Kami juga berterima kasih kepada semua elemen bisa memaklumi, dan jika memang ada info ditemukan gangguan diperalatan listrik bisa dilaporkan ke PLN 123,” imbau Rizal.(Rls/HS-09)