LPPAS Imbau Jangan Sentrum Ikan

SILAMPARI ONLINE

MURATARA– Tim Lembaga Persatuan Peduli Aliran Sungai (LPPAS) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), membuat himbauan larangan keras menangkap ikan menggunakan sentrum, ngebung, melanet racun dan bom ikan.

Muat Lebih

Himbauan tersebut dibuat oleh pelopor penyelamat biota sungai dan anti senterum sekaligus menjabat Wakil Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni.

Dimana dirinya bersama tim LPPAS membuat sepanduk himbauan tersebut dengan ukuran sekitar panjang 5 meter dengan lebar 1 meter. Yang bertuliskan “Selogan ayo..bersama menjaga kelestarian sungai untuk anak cucu kita”

Ketua LPPAS Muratara, Samsul Bahri mengatakan, himbauan tersebut pihaknya buat untuk mengajak masyarakat Muratara agar bersama-sama menjaga biota sungai dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab dan merusak.

“Makanya kami memasang ratusan sepanduk himbauan di seluruh wilayah Muratara. Terutama dipasang di pedesaan yang dekat dengan aliran sungai Rupi dan sungai Rawas,” jelas Syamsul.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa larangan penyentruman ikan yang dapat merusak biota air ini bukan hanya pihaknya yang melarang. Akan tetapi telah di Undang-Undangkan oleh Kementerian tetang perikanan mengenai larangan tersebut.

“Maka kami harapkan agar masyarakat Muratara sadar akan pentingnya m3njaga lingkungan dalam hal ini biota air sungai yang ada Di Bumi Berselang Serundingan,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Bupwti Muratara, H. Devi Suhartoni mengatakan bahwa sejak awal dirinya komitmen menjaga aliran sungai rupit untuk menyelamatkan biota air demi kelangsungan anak cucu kedepan.

“Jika hal ini tidak dijaga hingga sekarang maka anak cucuk kita kedepan tidak tahu apa itu ikan sengarat, ikan belida bahkan ikan baung,” jelas Devi Suhartoni.

Untuk itu, dengan himbauan tersebut pihaknya mengingatkan kembali pada warga dan secara bersama menjaga biota air tawar di Bumi Berselang Serundingan.

“Semoga himbauan ini dapat berdampak baik bagi Muratara. Dengan menjaga aliran sungai secara bersama dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab,” paparnya. (HS-04)