Lubuklinggau Masuk Nominasi Daerah Terhindar dari Malaria

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KOMINFO</div></small> Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar didampingi Sekda Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani dan Kepala Dinkes Lubuklinggau Idris saat menggelar rapat sektor di Op Moneng Sepati, Selasa (15/1)

Silampari Online,

PEMERINTAH Kota Lubuklinggau melaksanakan rapat lintas sektoral dalam rangka persiapan eliminasi malaria tahun 2019 dan kesiapan penanggulangan kasus DBD melalui gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1) tingkat Kota Lubuklinggau di Op Moneng Sepati, Selasa (15/1).

Muat Lebih

Dalam rapat ini hadir Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar, Sekda Kota Lubuklinggau H A Rahman Sani, Kepala Dinas Kesehatan, Idris serta seluruh Camat, Lurah, TP PKK dan OPD lainnya.

Wawako mengatakan kegiatan dilakukan untuk persiapan eliminasi malaria tahun 2019 dan kesiapan penanggulangan kasus DBD melalui gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1)

“Alhamdulillah ada penilaian dari Menteri Kesehtaan bahwa setelah dicek Kota Lubuklinggau termasuk nominasi daerah terhindar dari penyakit malaria,” ungkap Wawako.

Dikatakan Wawako, ini tidak terlepas dari kerja sama dari Dinas Kesehatan, masyarakat dan jajarannya. “Kita tidak ingin mendengar lagi ada masyarakat terkena malaria, kalaupun ada sangat sedikit sekali,” tegas Sulaiman.

Nantinya, sambung Wawako Kementerian Kesehatan akan melakukan penilaian eliminasi malaria di Kota Lubuklinggau pada 21-25 Januari mendatang. sejumlah persiapan sudah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan menggandeng OPD lainnya. Salah satunya dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektor ini.

“Penilaian itu pada 21-25 Januari 2019 ini. Dan ini bukan persiapan mengada-ngada, saya minta ke Dinkes dengan fakta yang ada. Jangan sampai kita membohongi masyarakat. Kita ada sertifikat terbebas dari malaria dan ternyata ada wabah, ini yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Selain itu, juga dihimbau kepada masyarakat untuk membersihkan semua selokan dan lainnya yang akan menjadi tempat wabah sarang nyamuk. Ini bukan di Lubuklinggau saja masalah DBD ini tapi, malahan se Indonesia ada wabah DBD.

“Jangan sampai jadi wabah DBD. Nantinya, kita mengadakan gerakan secara massal akan melibatkan seluruh kelurahan dan masyarakat untuk pembersihan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kita harapkan kepada masyarakat bersama-sama mengadakan PSN ini,” pungkasnya.(HS-01)