Madrasah Itida’yah Darussalam Lubuklinggau Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU-Dengan adanya Penerapan New Normal didunia Pendidikan oleh pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 nanti Madrasah itida’iyah (MI) Darussalam Lubuklinggau terapkan Peserta Didik Baru baru belajar secara daring guna pencegahan penularan covid-19.

Bacaan Lainnya

Salah satu sekolah Dasar yakni Madrasah Itida’diyah Lubuklinggau sudah membuka sekolah saat penerapan new normal dengan pembelajaran secara Daring kepada siswa Baru maupun siswa tingkat atas bahkan telah menerima siswa yang medaftar kurang lebih telah mencapai 90 siswa, dan satu lokalnya berjumlah kurang lebih 20 peserta didik, dan dalam menghadapi NEW NORMAL ini siswa diajar melalui daring guna pencegahan dan pengendalian covid-19.

Kepala Madrasah Itida’iyah Lubuklinggau, Hidayati ketika diwawancarai Silampari Online mengatakan, setelah lama diliburkan lebih kurang tiga bulan dan akhirnya dengan adanya rancana penerapan new normal, pihaknya telah membuka kembali sekolah dengan sistem belajar mengajar secara daring dan siswa diperbolehkan datang ke sekolahan satu minggu sekali untuk mengumpulkan tugas. “Untuk mengetahui ruang kelas mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya, Jumat (17/7/2020).

Lanjut Hidayati, mengenai belajar mengajar untuk Siswa yang datang satu minggu sekali itu pihaknya sudah menyiapkan masker, sentinizer, tempat pencuci tangan, APD dan kemudian siswa beserta guru wajib mengenakan masker. “Pencegahan Covid-19 ini bisa dilaksanakan selama proses perkumpulan siswa pada saat datang kesekolahan satu minggu sekali itu,” ujarnya.

Hidayati menjelaskan, pihaknya khawatir jika belajar mengajar ini terus dilakukan secara daring untuk Siswa baru karena besar kemungkinan siswa sulit untuk menangkap dan menerima pelajaran yang di sampaikan melalui daring, misalnya mengajar anak menulis, membaca, mengajarkan akhlak yang baik dan pelajaran islam lainnya, apalagi bagi siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk proses belajar secara daring itu sangat mengkhawatirkan. Lanjutnya, apalagi di sekolah Madrasah Itida’iyah ini ada satu siswa yang kedua orang tuanya mengalami tunanetra dan tidak memiliki alat pendukung untuk belajar secara daring hingga pihak sekolah memperbolehkan siswa ini belajar di sekolah hanya dalam waktu satu jam sehari selama proses belajar mengajar secara daring.

Hidayati berharap semoga pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir dan menjadi Zona Hijau sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka dengan pelajar tanpa ada kekhawatiran sedikitpun. Karena pihak sekolah sangat merindukan belajar mengajar secara langsung dan bisa mengajar. ” Kita mendidik anak-anak mengenai pemahaman tentang Islamiah menjadi akhlak yang mulia,” pungkasnya. (*)