Mandi di Sungai Kungku Terasa Gatal-gatal

FT Istimewa/// MENUNJUKKAN- Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Ahmad Syahroni menunjukkan air Sungai Kungku diduga tercemar limbah perusahaan Sawit, Senin (23/9) hingga membuat kulit warga menjadi gatal saat dipakai untuk mandi.


SILAMPARI ONLINE

BTS ULU-Pencemaran aliran sungai kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas, kali ini di Sungai Kungku. Masyarakat bermukim di Kecamatan BTS Ulu pun mengeluh. Karena tubuh mereka merasa gatal-gatal setelah mandi menggunakan air Sungai Kungku. Kuat dugaan pencemaran di aliran Sungai Kungku berada di perbatasan antara Kecamatan BTS Ulu dengan Kecamatan Sukakarya ini, disebabkan pembuangan limbah dari perusahaan sawit yang berada tak jauh dari aliran sungai.

Muat Lebih

“Saya mendapatkan informasi jika Sungai Kungku tercemar hingga membuat warga di sana menjadi resah setelah Menggunakan air itu untuk mandi dan lain-lain. Tubuh mereka merasa gatal-gatal, dan air itu tidak layak dikonsumsi untuk minum ataupun dipakai untuk mandi,” kata Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas, Achmad Sahroni, Senin (23/9).

Menurut dia, Sungai Kungku diduga tercemar limbah dari perusahaan perkebunan Kelapa Sawit, yang lokasinya berada tak jauh dari kawasan sungai. “Sekarang kan musim kemarau. Air sungai kering smeentara limbah diduga dibuang ke sana. Hingga air menjadi tercemar dengan berubah warna,” sebut legislator dari PKS ini.

Persoalan dugaan air sungai tercemar ini, sudah disampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas, kemarin. Di mana Achmad Sahroni telah membawa sampel air kotor dimasukkan ke dalam botol seberat 600 Mililiter (Ml). “Saya serahkan air sungai dimasukkan kedalam botol kepada pihak DHL. Saya berharap pihak DHL bisa independen dalam menyelesaikan masalah dugaan pencemaran air sungai. Silakan analisis yang terjadi di masyarakat dengan adanya masalah ini, agar pencemaran itu tidak berdanpak ke masyarakat,” jelas Achmad Sahroni minta Pemkab Musi Rawas berikan sanksi pada perusahaan dalam hal ini PT BHML yang bergerak di bidang perkebunan Sawit. “Pemda mesti memberikan teguran atau sanksi kepada pihak PT BHML yang bergerak di bidang sawit dan pabrik kelapa sawit. Jangan sampai kejadian serupa terjadi seperti PT SAS sebelumnya yang merugikan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas, Hermerrudin menjelaskan bahwa petugas sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan adanya laporan Sungai Kungku yang tercemar tersebut. “Hingga malam ini (tadi malam) petugas belum pulang dan saya masih dikantor menunggu laporan,” tutur Hermerrudin dihubungi via ponselnya.

Mengenai penyebab tercemarnya Sungai Kungku, ia mengakui belum bisa memastikannya. Namun, indikasi pencemaran ini diduga dari salah satu perusahaan perkebunan. “Intinya kami belum bisa memastikan kebenarannya dan menunggu hasil dari pengecekan. Namun, bilamana memang pencemaran akibat dari perusahaan maka akan kami proses,” pungkasnya. (HS-09/HS-03)