Mantan Wabup Muaraenim, Mengaku Jual Tanah

SILAMPARI ONLINE,

Palembang, – Sidang dugaan gratifikasi 16 paket yang menjerat Bupati non aktif Muaraenim yakni Ahmad Yani dan PPK Dinas PUPR, Elfin MZ Muchtar serta terpidana Robi, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kls I A Khusus Palembang, Selasa (03/03/2020).

Bacaan Lainnya

Sidang tersebut mendengarkan keterangan delapan orang saksi yaitu Plt Bupati Muara Enim Juarsah, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Aries HB, Mantan Wakil Bupati Muara Enim Periode 2013-2018 Nurul Aman dan Anggota DPRD Mura Enim.

Saksi Nurul Aman mantan Wabup Muaraenim 2010-2018. Dalam kesakianya mengaku, sempat ingin menjual tanah seluas 1.200 hektar dengan dua sertifikat dengan satu lokasi di daerah jalan karet. Dengan atas nama sertifikat tanah nama dirinya dan anak kandungnya.

“Karena banyak yang nawar, Elfin tahu dan menghubungi . Elfin nelpon, kata saya masih dijual, Elfin jawab saya mau membelinya dengan nyicil dua kali,” katanya.

Ia juga mengatakan, harga tanah tersebut dijualnya dengan harga Rp1,2 miliar lebih dengan dua kali bayar.

“Saya tanya sertifikat ini mau diganti atas nama siapa, kata Elfin atas nama Edi Rahmadi. Saya tanya sertifikat itu nama siapa dindo, dijawabnya kageklah ada. Kutanya tanah ini sebenarnya siapa yang beli, Elfin tidak menjawab. Cuman perasaan saya, kalau yang beli tanah ini Pak Ahmad Yani, sebelumnya keponakan saya pernah bilang kalau Pak Bupati mau beli tanah saya,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, Elfin ketika mengetahui tanah miliknya mau dijual langsung menghubungi dirinya.

“Iya, benar tanah saya mau dijual terus siapa yang mau beli. Elfin langsung menjawab pak Bupati yang mau beli tanah. Elfin lalu bilang kalau ME 1 beli jangan ditawar. Lalu kujawab, aku kirim whastap kalau Ahmad Yani aku dak jual Fin. Kalau dia beli, harga diri pernah maju Pilkada kalah.

Dak do aku nak jual tanah aku ke Yani. Saat itu saya berpikir Elfin ini kan anak buah bupati, seminggu ponakan aku bilang bupati nyari tanah. Perasaan aku, apalagi Pak Ramlan sebelumnya juga nanyo nak beli tanah aku itu. Tapi akhirnya terjual juga dengan Elfin ,” ujarnya.

Sedangkan saksi Edi Rahmadi menerangkan, dirinya sempat kerja di perusahaan milik Robi Okta Fahlefi sebagai Manager PT Indo Paser Beton. Selain itu Robi juga kontraktor di Muaraenim.

“Robi dapat proyek dengan cara lelang, ketemu Elfin. Pernah diminta tolong Elfin. Untuk masalah tanah Pak Elfin sempat tanya sertifikat balik nama tanah berapa. Itu saja Elfin, saya bilang notaris belum tahu biayanya mau tahu luas tanah, kemudian sertifikat diberikan saya bawa ke notaris. Fee biaya buat sertifikat tanah Rp30 juta biasanya serta pajak-pajak. Ok kata Elfin, KTP-nya nama. Sementara pakai nama kamu dulu, pakai nama saya,” ujarnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan sidang hingga pukul 17.00 masih berlangsung dengan mendengarkan keterangan Plt Bupati Muara Enim Juarsah, Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Aries HB dam lainya.

Penulis : Ervina