Masa Pandemi, Pedagang Warung Manisan Cerita kan Ini !!!

Silampari Online,

Lubuklinggau – Rakyat jelata seakan menjerit dengan keras di masa pandemi, tetapi tidak terdengar suara jeritan hatinya, (Sabtu, 31 Oktober 2020).

Bacaan Lainnya

Pelaku dagang usaha warung manisan merintih dengan keadaan dunia masa kini, hidup yang dijalani seakan sulit untuk tetap melangkah. Menyambung hidup adalah sesuatu harapan untuk bisa bertahan dari hari ke-hari, namun keadaan memaksakan untuk menerima dengan ikhlas, tabah serta kuat.

Andi, selaku pemilik usaha warung manisan mengatakan, kondisi pendapatan masa sekarang ini terkhusus mulai masuknya tahun 2020 yang terserang Covid-19, mengakibatkan kami rakyat jelata merasakan perihnya dalam menyambung hidup.

“Makan seadanya dari hasil pendapatan yang tidak seberapa besar, Alhamdulillah bisa makan, meskipun terkadang kesulitan,” ucap Andi.

Bersyukur adalah kunci setiap permasalahan, mengeluh tidak akan mengubah keadaan.

Ia menjelaskan, mulai membuka usaha warung manisan ini lantaran mencari pekerjaan sangatlah sulit, sehingga ia berinisiatif untuk memulai usaha dagang warung manisan. Yang bertujuan agar dapat menafkahi anak dan istri dirumah, bukan untuk menumpuk harta.

Toko Maria yang dikenal warga setempat, yang bertempat di Jalan Majapahit, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Menjual berbagai macam kebutuhan makanan pokok, serta kebutuhan keluarga lainnya.

Dalam hatinya selalu bertanya-tanya yang entah siapa bisa memberikan jawaban dan kapan waktunya Covid-19 ini berakhir.

Sebuah harapan kecil, kami rakyat jelata mengharapkan kehidupan normal semula seperti biasanya. Hidup tidak ada sandiwara dan hidup bebas dari virus penyakit, harapnya.

Kemudian ia melanjutkan, kalangan yang berbelanja di tempat usaha saya jalani ini hanya kaum rakyat jelata bukan para pejabat yang hartanya berlimpah.

Jika rakyat jelata perekonomiannya menurun maka kami pelaku usaha dagang warung manisan ikut merasakan dampaknya.

Semoga kedepan harapan saya dan kita semua sama, yang menginginkan Covid-19 ini pergi jauh dan takkan kembali lagi, tutup Andi dengan penuh harapan.

Ardi Yanzah, Jurnalis SO.